Jakarta –

Selama pandemi, penjualan otomotif terus menurun meski berangsur-angsur kembali normal ketika PSBB transisi (Pembatasan Sosial Skala Besar) diberlakukan. Namun, penjualan kendaraan diprediksi kembali turun setelah total atau ketat PSBB kembali diberlakukan mulai hari ini Senin (14/9/2020).

Demikian diungkapkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Agen Pemegang Merek Daihatsu (APM) di Indonesia yang menjelaskan situasi pasar otomotif di Indonesia saat terjadi pandemi.

“Pada masa pandemi pasar kita terbagi dalam 2 tahapan yaitu tahapan normal yaitu Januari-Februari dan tahapan pada masa pandemi yaitu Mei hingga saat ini. Jika kita lihat datanya, 2020 pada Januari dan Februari 2020 adalah masih dalam periode normal dengan penjualan retail Januari mencapai Januari 81.100 unit dan penjualan keseluruhan 80.400 unit, sedangkan pada Februari 2020 pasar otomotif mengalami penurunan jika dibandingkan Januari 2020 dengan penjualan retail mencapai 77.900 unit atau turun sekitar 3,9 persen dan Whole Sales. mencapai 79.600 unit, turun 1 persen. Ini masih normal sebelum pandemi, "kata Divisi Marketing & Customer Relations. Kepala PT AI-DSO, Hendrayadi Lastiyoso.

Namun, mulai Maret hingga Mei 2020 pandemi mulai datang ke Indonesia. Banyak konsumen yang lebih memilih menunggu, melihat situasi dan menunda membeli kendaraan. Selain itu, periode PSBB juga diberlakukan. Pada Maret 2020 pasar otomotif mulai merosot. dengan penjualan retail yang turun menjadi 60.500 unit atau turun sekitar 22,4 persen dan Whole Sales mencapai 76.000 unit atau turun 3,6 persen, ”tambah Hendrayadi.

Hendrayadi juga menambahkan, pasar otomotif semakin terpuruk ketika pandemi virus Corona benar-benar 'melanda'. Periode Indonesia dan PSBB dilaksanakan mulai April 2020.

“Pasar otomotif mengalami penurunan saat pandemi dan PSBB pertama diterapkan pada April 2020 dibandingkan Maret 2020. Dengan penjualan retail yang hanya mencapai 24.300 unit, turun menjadi 59,8 persen dan keseluruhan penjualan mencapai 7.900 atau turun 89,8 persen. Begitu pula pada periode PSBB. Kedua, pada Mei 2020 pasar otomotif terus merosot dengan penjualan ritel mencapai 17.100 unit turun 29,9 persen dan seluruh penjualan mencapai 3.600 unit atau turun 54,9 persen, kata Hendrayadi.

Namun, saat masa transisi PSBB berlaku pada Juni 2020, pasar otomotif terus tumbuh meski tidak signifikan. Pada Juni 2020 jika dibandingkan Mei 2020, pasar otomotif tumbuh hingga mencapai 29.900 unit atau naik 74,8 unit. persen, penjualan keseluruhan mencapai 12.600 atau naik 256 persen.Pada Juli 2020 pasar otomotif terus meningkat dibandingkan Juni 2020, pada Juli 2020 penjualan eceran naik menjadi 35.800 unit atau meningkat 19,9 persen dan keseluruhan penjualan mencapai 25.300 unit, meningkat 100 persen. Begitu pula pada Agustus 2020, ritel mengalami peningkatan mencapai 37.700 atau naik 5,2 persen, 37.300 keseluruhan penjualan atau meningkat 27,5 persen dibandingkan Juli 2020, ”jelas Hendrayadi.

Lalu bagaimana dengan saat total PSBB atau PSBB yang lebih ketat diberlakukan, bagaimana langkah Daihatsu?

“Daihatsu antisipasi bila PSBB total, intinya sebagai Grup Astra kita berkumpul bersama untuk melakukan CSR atas nama Astra agar bisa lebih besar. Seperti kemarin kita berikan 100 grand max untuk disumbangkan untuk pengabdian masyarakat. Selain itu, Masih banyak lagi kegiatan lain yang diadakan. ingin menunjukkan bahwa kami Grup Astra ingin menunjukkan kepedulian kami, "ujar Direktur Pemasaran dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra.

“Saat ini semua tim sedang sibuk berkoordinasi dan mencari informasi dari Pemprov DKI Jakarta terkait regulasi PSBB terbaru. Belajar dari PSBB sebelumnya ya ada pengaruhnya (penjualan kendaraan yang cenderung menurun), tapi saya tidak bisa jawab berapa., karena kita masih menunggu juklak dari pemerintah daerah, ”tutup Amelia kepada detikOto.

Tonton video "Bima Arya: Solusi Total PSBB untuk Pengobatan Coronavirus? Tidak Yakin"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / rgr)