Bekasi – Membeli sepeda motor bekas bisa menjadi langkah solutif bagi Otolovers yang ingin memiliki motor sport 250 cc dengan mesin 2 silinder, tetapi dengan harga murah. Di pasar sepeda motor bekas saat ini, ada tiga model sport 250 cc 2 silinder yang dipasarkan. Mulai Ninja 250 FI, R25, dan CBR250RR.

Dari ketiga produk tersebut, Kawasaki Ninja 250 FI menjadi model sport 250 cc 2 silinder yang memiliki nilai paling tinggi di pasar sepeda motor bekas. Artinya, harga Ninja 250 FI tidak mengalami penurunan harga yang signifikan karena pasar stabil.

Ilustrasi Foto Kawasaki Ninja 250: Tanggapan

"Untuk Kawasaki Ninja FI, penurunan harga di tahun pertama sekitar 20 persen. Tahun kedua 25 persen. Dan tahun ketiga turun 30 persen dari harga beli," kata mekanik showroom motor showroom Aris Motorsport, kepada detikOto. di Bekasi, Selasa (13/11/2018).

Misalnya, misalnya Kawasaki Ninja 250 FI harga standar baru Rp. 59,8 juta, lalu dua tahun kemudian nilai di pasar yang digunakan berkurang 25 persen. Artinya, harga sepeda motor berkurang sebesar Rp. 14.950 juta atau jika dijual di pasar sepeda motor bekas, harganya Rp. 44.850 juta. Itu untuk Ninja, bagaimana dengan Yamaha R25?

Gambar ilustrasi Yamaha R25: dermaga detikOto

"Yamaha R25 (sebelum facelift) adalah yang paling jatuh harganya. Berumur dua tahun, nilainya bisa berkurang hingga 50 persen," jelas Iwan. Misalnya, harga baru tipe ABS R25 adalah Rp 61.850 juta, jadi dua tahun kemudian unit yang digunakan akan memiliki harga Rp 30,925 juta.

Sementara untuk Honda CBR250RR, Iwan tidak tahu persentase penurunan harga motor ini, karena CBR250RR masih tergolong model baru yang diluncurkan terakhir 2017.

Ilustrasi Honda CBR250RR Foto: Hasan Alhabsy

Namun, ada satu unit STD Mat Black 2017 CBR250RR yang dijual oleh showroom Aris Motorsport dengan harga Rp. 53,5 juta. Dalam kondisi baru, sepeda motor ini dihargai Rp. 64, 725 juta. Ini berarti sepeda motor ini mengalami penurunan harga sebesar Rp. 11.225 juta.

"Penurunannya cukup besar, meski CBR250RR baru digunakan selama 8 bulan," pungkas Iwan. (lua / lth)