Jakarta –

Nissan mengumumkan akan mengembangkan serat karbon khusus. Jika sebelumnya serat karbon banyak digunakan pada mobil mahal, bukan tidak mungkin mobil konvensional juga akan menggunakan bahan yang sama di kemudian hari.

Serat karbon memiliki keunggulan dibandingkan beberapa bahan pembuatan mobil tradisional. Salah satu keunggulan utama serat karbon adalah sifatnya yang sangat ringan, yang akan meningkatkan kinerja dan efisiensi bahan bakar.

Serat karbon yang akan dikembangkan Nissan dikenal dengan istilah carbon fiber-reinforced plastic (CFRP). Bahan ini telah dikembangkan oleh banyak perusahaan dan digunakan dalam industri penerbangan dan otomotif.

“Meski manfaat serat karbon sudah lama dikenal, harganya mahal dibandingkan bahan lain seperti baja. Seiring dengan sulitnya pembentukan suku cadang CFRP, hal ini menghambat produksi massal komponen otomotif yang terbuat dari bahan ini,” tulis seorang pejabat. pernyataan dari Nissan.

Nissan membuat serat karbon baru ini melalui metode yang mereka sebut & # 39; pencetakan transfer resin kompresi & # 39 ;. Proses ini dilakukan dengan menggunakan simulasi komputer, yang memprediksi bagaimana resin akan bereaksi saat masuk ke dalam cetakan.

Proses ini memotong waktu produksi secara signifikan, di mana pencetakan diklaim hingga 80% lebih cepat daripada proses konvensional.

Selama ini serat karbon sering digunakan pada kebutuhan mobil super atau balap karena harganya yang mahal. Nah, Nissan mengatakan bisa memproduksi serat karbon untuk mobil di segmen terjangkau.

Nissan belum mengungkapkan bagaimana CFRP ini akan diterapkan pada produknya. Saat ini mereka juga sedang dilanda masalah yang sulit sehingga sulit untuk berkembang. Serat karbon murah buatan Nissan sepertinya tidak akan bisa dinikmati mobil murah dalam waktu dekat.

Dikutip dari motorauthority, BMW merupakan salah satu pabrikan yang menggunakan CFRP pada mobil listrik hybrid plug-in i3 dan i8. Namun, CFRP yang dikembangkan Nissan diklaim menggunakan metode yang lebih canggih.

Tonton Video "Nissan Luncurkan SUV Tendangan e-Power, Buktinya Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)