Nissan Livina terus diproduksi meskipun pabrik di Purwakarta telah ditutup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Nissan Motor Indonesia memastikan akan terus memproduksi salah satu produk andalannya, Nissan Livina secara lokal di tanah air. Produksi terus berlanjut meskipun pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat telah ditutup.

Menurut Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi, perusahaan akan terus memproduksi Livina bersama aliansinya, Mitsubishi, di pabrik yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. "Kami terus berproduksi di Indonesia. Bukan di Puwakarta, tetapi di pabrik Mitsubishi. Kami akan terus memperkuat aliansi dengan Mitsubishi," kata Sekiguchi dalam wawancara eksklusif, Senin (15/6).

Ketika menyinggung apa yang seperti rencana antara keduanya, dia mengatakan bahwa masih belum ada kejelasan. Namun, perusahaan otomotif Jepang akan lebih fokus pada spesialisasi model dan kebutuhan pelanggan di Indonesia.

"Belum ada rencana yang jelas, tetapi kami telah fokus pada produk-produk murah seperti MPV, SUV, dan mobil listrik. Ada juga potensi. Kami tidak fokus pada volume, tetapi pada hal-hal yang dikuasai Nissan, dan lebih pada memahami kebutuhan pelanggan sekarang. ," dia berkata .

Sementara itu, aliansi antara Nissan, Mitsubishi dan Renault memang telah ada dan akan semakin diperkuat mengikuti langkah-langkah bisnis baru untuk melawan krisis ekonomi yang sedang berlangsung akibat pandemi COVID-19. Dikutip dari Automotive World, ketiganya akan bekerja sama di berbagai bidang termasuk produksi mobil. Di kawasan ASEAN, Nissan terus bekerja sama dengan mitra aliansi, baik dalam berbagi sumber daya, produksi, model, dan teknologi.

"Aliansi ini adalah kemitraan strategis dan operasional yang unik di dunia otomotif. Ini memberi kami keunggulan kuat dalam lanskap bisnis otomotif global yang terus berubah," kata Jean Dominique Senard, Ketua aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

"Model bisnis baru memungkinkan kekuatan kelompok untuk menghabiskan sebagian besar aset dan kemampuan kinerja masing-masing perusahaan. Kemudian terus membangun budaya, dan kekhususannya," lanjutnya.

sumber: Antara