Segmen MPV adalah andalan Nissan di Jawa Timur karena karakter masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Isao Sekiguchi mengatakan segmen MPV masih menjadi andalan penjualan di Jawa Timur. Ia menyebutnya tidak berbeda dengan pasar mobil nasional, karena karakter masyarakatnya suka mobil yang bisa menampung banyak orang.

"Jadi sebagian besar pabrikan mobil yang masuk ke Indonesia kini gencar menggarap MPV 7 kursi atau tujuh kursi yang cocok untuk keluarga. Potensinya masih besar," kata Isao di Surabaya, Kamis (28/2).

Isao bertemu setelah peluncuran All New Nissan Serena di Surabaya, mengatakan pabrikan itu sekarang juga menggarap segmen MPV, tetapi tidak mengeluarkan produk baru, dan hanya menghadirkan pembaruan Livina dengan nama All New Livina.

Dia berharap bahwa melalui kehadiran varian baru di segmen LMPV, itu akan dapat meningkatkan penjualan Nissan yang menyusut, dan dapat mengembalikan posisi Nissan ke daftar 10 terlaris. merek otomotif di Indonesia.

"Sejauh ini tulang punggung penjualan kami adalah mobil dalam kategori LMPV. Namun kami percaya bahwa melalui strategi peluncuran All New Livina, ia dapat menghidupkan kembali citra Nissan di Indonesia dan Jawa Timur, dan selanjutnya dapat memperkuat penjualan. di segmen, "katanya.

Dia juga tidak menampik, bahwa persaingan segmen MPV masih cukup ketat, dengan beberapa merek muncul dan bermain di kelas, seperti Toyota, Daihatsu, hingga Honda.

Sementara itu, Grand Livina pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2007, dan sejak itu Nissan tidak pernah merombak total mobilnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), pengiriman Grand Livina dari pabrik ke dealer pada 2015 mencapai 8.282 unit, dan pada 2016 turun menjadi 5.309 unit, kemudian pada 2017 penjualan sedikit meningkat menjadi 6.204 unit dan turun lagi menjadi 2.437 unit pada tahun 2018.