Nissan bertujuan untuk memproduksi hanya 2,6 juta kendaraan hingga Desember

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nissan Motor Co. berencana untuk mengurangi sekitar 30 persen dari produksi kendaraan global pada Desember tahun ini menyusul penurunan permintaan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, lapor Reuters, Sabtu (18/7).

Raksasa mobil Jepang itu berencana memproduksi sekitar 2,6 juta kendaraan antara April dan Desember, turun 3,7 juta selama periode yang sama tahun lalu, kata seorang sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya. Nissan, yang belum mengumumkan perkiraan penjualan untuk tahun keuangan ini, menolak berkomentar mengenai rencana produksinya.

Pembuat mobil global sedang berjuang setelah pabrik ditutup awal tahun ini untuk membendung penyebaran pandemi. Dealer mobil juga telah ditutup di banyak negara, memicu penurunan penjualan kendaraan pada bulan Maret hingga Mei. Pada bulan Juni, penurunan penjualan melambat karena ekonomi mulai dibuka kembali.

Dalam dua bulan pertama tahun keuangan ini, pembuat SUV Rogue dan mobil listrik Leaf membuat sekitar 307 ribu kendaraan secara global, turun 62 persen dari tahun lalu, menurut angka produksi bulanan.

Nissan berencana meningkatkan produksi dari 510 ribu kendaraan pada kuartal pertama menjadi sekitar 930 ribu pada Juli-September, kata sumber itu. Output kuartal kedua akan sekitar 25 persen lebih rendah dari tahun lalu, menurut perhitungan Reuters.

Produksi diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,1 juta kendaraan pada Oktober-Desember, sekitar 8 persen lebih rendah tahun ini. Pada Juli-September, output Nissan diperkirakan akan turun sekitar 47 persen dari tahun lalu, setelah pembuat mobil mengatakan akan memangkas lebih banyak shift di pabrik perakitan Jepang. Output domestik setidaknya akan pulih perlahan hingga Desember.

sumber: perantara