Balikpapan – Bagi para penggemar film Fast and the Furious: Tokyo Drift jelas bukan tipe orang asing yang dikendarai oleh Han, Nissan Silvia S15, dijuluki Mona Lisa.

Mobil yang dimaksudkan untuk transmisi adalah panggilan untuk King Tunner Indonesia Automodified 2019 series Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dia adalah Rahman, seorang pria dari Samarinda yang berasal dari komunitas Connection. Dia memberi tahu saya bahwa dia ingin memiliki mobil harian dan juga cocok untuk digunakan sebagai mobil sambil memenuhi keinginan hobinya. Kemudian dia jatuh cinta dengan peringatan Nissan Silvia S15 2002 ini.

"Saya membelinya pada 2015, saya dulu mengikuti film Tokyo Drift, saya dijuluki Mona," Rahman membuka kepada AFP di sela-sela seri MBTech 2019 Automodified Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Juara tahun lalu, seri King Tunner IAM Balikpapan turun lagi tetapi dengan sentuhan baru, yaitu layar tiga warna menggunakan teknik stiker pembungkus. "Abu-abu rokok mengikuti rim, oranye mengikuti roll bar, agar putih menjadi netral," kata Rahman.

Nissan Silvia S15 Foto: Ridwan Arifin

Bahkan dari eksterior, tampilannya lebih gemuk dari versi aslinya, yang menggunakan Rocket Bunny Body Kit menggunakan bahan karbon.

Namun untuk melayang, tentu tidak cukup dengan tampilan yang cantik. Mesin SR20DET yang diperoleh dilengkapi dengan turbocharger dan menjadi bahan operasional. Misalnya, menambahkan bagian pembentur seperti Turbo Kit GT II 7460 HKS merek dan meramu beberapa komponen aftermarket mengingatkan Tomei.

Foto Mesin Nissan Silvia S15: Ridwan Arifin

"Apa yang tidak berubah hanyalah bentuk mobil, bingkai, sasis, bentuk dan blok mesin, yang lain telah mengubah segalanya," kata Rahman.

Rahman mengatakan bahwa cukup banyak uang untuk dapat menyesuaikan untuk mewujudkan mobil andalan ini. Bahkan untuk mendapatkan suku cadang, ia tidak membeli apa pun tetapi memesan langsung dari Jepang. "Takut dipatahkan," kata Rahman.

Foto interior mobil: Ridwan Arifin

Belum selesai sampai di sana, kaki-kaki dirombak sehingga mereka bisa memenuhi syarat ketika diundang untuk menari. Interior tidak dibiarkan standar. Semua bagian, mulai dari dashboard, trim pintu, jok dimodifikasi menjadi gaya balap. Untuk memodifikasinya, tidak perlu waktu bertahun-tahun.

"Sebenarnya harus dikerjakan dengan semua barang paling lama ada tiga bulan, kalau untuk pemasangan minimal sebulan," jelas Rahman. (riar / ddn)