Jakarta –

India telah memasuki kebijakan penguncian fase keempat untuk menghentikan penyebaran virus Corona (COVID-19). Pemerintah secara ketat meminta warganya untuk tinggal di rumah.

Polisi di India memastikan bahwa warganya tetap di rumah. Mereka yang meninggalkan rumah tanpa alasan yang jelas menerima hukuman. Beberapa kali dilaporkan bahwa petugas polisi di negara itu memukuli pelanggar kuncian yang nekat meninggalkan rumah.

Baru-baru ini, polisi India tidak hanya memukul pelanggar kebijakan kuncian. Sepeda motor yang digunakan oleh pelanggar berkeliaran di luar rumah dipukuli dengan tongkat.

Cartoq melaporkan, polisi awalnya memukuli seorang pria muda yang mengendarai sepeda motor. Petugas kemudian memukul sepeda motornya untuk menghancurkan lampu depan, speedometer dan beberapa bagian sepeda motor lainnya.

Pria muda yang mengendarai sepeda motor terus memohon dan meminta polisi untuk tidak memukul dan menghancurkan sepeda motor.

Di India, banyak insiden polisi memukuli pelanggar kebijakan penguncian. Banyak polisi diskors karena memukuli pelanggar.

Pasukan kepolisian dari berbagai negara bagian India telah menyita ribuan kendaraan yang melanggar aturan kuncian. Beberapa dari mereka telah dikembalikan ke pemiliknya yang telah membayar denda. Namun, banyak kendaraan disita.

Sebelumnya, polisi India disalahkan atas kematian bocah lelaki Rohini berusia 13 tahun. Bocah lelaki yang masih duduk di bangku SMP itu diduga dipukuli hingga mati.

Tetangga melaporkan polisi memukul korban ketika dia berada di luar toko fotokopi. Polisi India menolak tuduhan itu dan mengatakan bocah itu ada di taman ketika diminta pulang oleh seorang petugas patroli. Saat itulah dia jatuh dan kehilangan kesadaran.

Lihat Video "Penguncian Segera di India"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)