Bandung – Saat ini, ada lebih banyak SUV (Sport Utilize Vehicle). Mulai dari pabrikan dari Jepang, Eropa, hingga Cina mengeluarkan mobil serupa. Ini mengakibatkan popularitas sedan berkurang.

Bahkan pada Juli 2018 dinyatakan bahwa ada penurunan penjualan mobil sedan menjadi 44,83 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sayatan ini adalah yang terendah dalam tujuh tahun atau sejak Juli 2012.

Meski begitu, sedan BMW masih menjadi pilihan utama orang Indonesia ketika datang ke dealer merek Jerman.

"SAV (Sports Activity Vehicle) yang terdiri dari BMW X kini mengalami pertumbuhan, mulai dari X1, X3 dan lain-lain. Kami melihat ada perubahan. Meski begitu, sedan masih menjadi tulang punggung BMW Indonesia (seri 3), "kata Kepala Komunikasi Grup Perusahaan BMW Production Indonesia Jodie O tania di Bandung, Selasa (3/5/2019).

"Jadi, sedan akan terus tumbuh, terutama yang premium," lanjutnya.

Memang, tidak banyak sedan di Indonesia mengingat pajak yang dibebankan masih mahal dan kebutuhan masyarakat untuk mobil keluarga cukup tinggi. Meski begitu, permintaan sedan masih cukup besar.

"Ya memang, saat ini jumlah sedan baru yang disajikan sangat terbatas. Tetapi jika itu dari BMW Indonesia sendiri, kami selalu menyajikannya. Contohnya adalah 3-seri yang terus tumbuh dan laris," kata Jodie.

"Pemerintah juga akan melakukan penyesuaian pajak untuk sedan. Saya tidak tahu apa yang akan diubah yang jelas menarik untuk ditunggu," katanya lagi. (ruk / kering)