Jakarta – Hyundai Motor Corporation telah memutuskan untuk membangun pabrik mobil di Indonesia. Sekitar Rp 12 triliun (US $ 880 juta) akan dicairkan. Direncanakan pabrik akan dibangun pada awal 2019 (Maret – April) di daerah Purwakarta atau Karawang, Bekasi.

Menteri Koordinator Maritim Luhut B Pandjaitan saat berkunjung ke kantor TransMedia, Jakarta, Jumat (21/12/2018) mengungkapkan bahwa keputusan Hyundai untuk membuat pabrik di Indonesia memang cukup membingungkan. Tetapi setelah diyakinkan, mereka tidak butuh waktu lama untuk membuat keputusan.

"Mereka benar-benar ingin berinvestasi dari awal, tetapi pikirkan tentang bagaimana izin, perlindungan mereka, dll. Kemudian juga tentang insentif. Setelah saya mendengarkan dan kita diskusikan, baik mereka mengatakan akan datang ke Indonesia untuk memberikan jawaban," jelas Luhut. .

"Eh, ternyata hanya ada 3 hari, dia (salah satu atasan Hyundai) datang ke Jakarta dan memutuskan untuk berinvestasi. Mereka ingin Maret atau April 2019 mengumumkan," lanjutnya.

Tidak hanya itu, pada kesempatan ini Hyundai juga meminta lahan paling ideal untuk mendirikan pabrik mobil. Luhut merekomendasikan di daerah Purwakarta atau Karawang, Bekasi.

"Saya merekomendasikan investasi di daerah Karawang, Bekasi atau Purwakarta. Karena ada Patimban, Kereta Jati, dan pendukung lainnya. Jadi, lebih tepat," kata Luhut.

Tak ketinggalan, Luhut juga mengungkapkan potensi pasar otomotif Indonesia. "Populasi ASEAN adalah 650 juta orang, Indonesia mengisi 41 persen. Jadi potensinya sangat besar. Mereka langsung & # 39; mari kita berinvestasi & # 39 ;," katanya.

Diketahui, sejauh ini penjualan mobil di Indonesia masih didominasi oleh pabrikan Jepang. Salah satu alasannya adalah harga terjangkau yang dibanderol dengan mobil Jepang. Mobil Jepang dapat dibuat lebih murah karena banyak diproduksi di dalam negeri dan menggunakan komponen lokal.

Sementara untuk Hyundai, masih membawa mobilnya langsung dari Korea Selatan. Dengan begitu ada pajak impor yang dikenakan membuat harga jual lebih mahal.

Hyundai memang berpikir tentang membangun pabrik di Indonesia dan menjadikannya basis produksi untuk negara-negara Asia Tenggara dan Australia. Namun masih ada pertimbangan yang meremehkan sehingga wacana menjadi & # 39 ;. (ruk / lth)