Fitur di dalam mobil sedang dikembangkan untuk menyingkirkan virus yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Pandemi korona yang terjadi secara global telah berdampak pada industri otomotif. Salah satu dampak yang terjadi adalah dalam hal pengembangan fitur pada mobil.

Mengingat, kini, orang cenderung lebih sadar akan kesehatan sehingga akan cukup memperhatikan sterilisasi di kabin. Dilansir dari Car Advice, Senin (15/6), salah satu merek yang mengakui dampak corona pada fitur di dalam mobil adalah Kia.

Nama Korea setuju, para insinyur Kia ditantang untuk menghadirkan fitur yang dapat memberikan keamanan bagi pengemudi yang sangat peduli dengan kesehatan.

Kepala Desain Kia, Karim Habib mengatakan, saat ini Kia sedang mengembangkan sejumlah fitur yang dapat berperan dalam menjadi anti virus di mobil.

"Kami sedang menjajaki kemungkinan menggunakan pelapis anti-virus untuk interior. Kami juga mengeksplorasi manfaat pengaturan suhu dan penggunaan sinar ultraviolet untuk membersihkan kabin dari virus," kata Karim Habib.

Mei lalu, Hyundai juga telah mengungkapkan bahwa pabrikan yang juga berasal dari Korea sedang mengembangkan sejumlah fitur serupa. Beberapa fitur yang dikembangkan termasuk penggunaan ultraviolet, penggunaan bahan antifouling di sejumlah bagian dan sarung jok yang dapat dilepas-dicuci.

Salah satu fitur yang menurut Hyundai cukup efektif adalah penggunaan lampu ultraviolet. Karena itu, Hyundai juga gencar melakukan penelitian untuk penggunaan lampu kabin dengan ultraviolet sehingga dapat berperan dalam langkah-langkah mensterilkan kabin.

Selain itu, pada Mei Ford juga pernah mengatakan bahwa pabrikan Amerika itu mengembangkan fitur pemanas kabin. Fitur ini sendiri hadir melalui pemanfaatan jumlah energi panas yang dihasilkan oleh mesin mobil. Pengembangan ini juga melibatkan perangkat lunak khusus yang akan mengatur proses memanaskan kabin.

Berbekal fitur kontrol iklim dan panas yang dihasilkan oleh mesin, sistem ini akan membuat suhu di kabin meningkat menjadi 56 derajat Celcius selama 15 menit. Semoga panas yang disajikan akan memainkan peran penting dalam membunuh virus yang ada di dalam kabin.

Ford juga mengklaim, fitur ini dapat mengurangi konsentrasi virus hingga 99 persen. Pengembangan ini sendiri dilakukan oleh Ford bekerja sama dengan para ilmuwan dari Ohio State University (OSU).

Pengawas Laboratorium Mikrobiologi OSU, Jeff Jahnes mengatakan, ini telah didukung oleh penelitian yang membuktikan bahwa pemanasan pada tingkat dan durasi itu telah mampu mengurangi konsentrasi virus yang melekat pada permukaan interior mobil. Bahkan, berdasarkan pengujian, metode ini juga dianggap lebih efektif daripada penyemprotan disinfektan.