Pelonggaran pajak kendaraan diusulkan untuk pembelian hingga Desember 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKATA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajukan relaksasi untuk mendorong penjualan otomotif di Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang sempat mengatakan sudah mengajukan proposal soal itu kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Agus mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk melonggarkan pajak mobil baru 0 persen hingga Desember 2020. Ia yakin industri otomotif yang saat ini sedang merosot bisa bangkit dan berkembang, dengan alasan ada pelonggaran pajak kendaraan bermotor. pemotongan (PKB).

Pelaku industri otomotif menyambut baik wacana insentif pajak untuk pembelian mobil. Interactive Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Dimas Aska mengatakan pada dasarnya Toyota selalu mendukung kebijakan pemerintah.

“Tentunya sebelum mengeluarkan kebijakan, pemerintah sudah melakukan kajian terkait manfaat dan risikonya, jadi tentu akan kami dukung,” kata Dimas Aska.

Menurutnya, kebijakan ini tentunya juga mampu memberikan efek domino yang positif bahkan di hulu. Untuk memperlancar penjualan dan meningkatkan minat beli masyarakat, Toyota meyakini kebutuhan akan mobilitas tentunya tetap dibutuhkan bahkan pada saat terjadinya COVID-19 ini.

Dukungan juga datang dari pabrikan otomotif yang lebih fokus pada kendaraan niaga. Isuzu yang juga memberikan respon positif atas rencana tersebut.

"Ini kami dukung sebagai upaya untuk mendorong penjualan, tapi akan lebih baik dan dampaknya akan terasa jika ada stimulus lebih banyak, seperti penurunan BBN KB dan PPN BM, kedua hal ini akan merangsang pembelian kendaraan baru," ujar General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias. Asril.

Namun, Isuzu yang fokus pada kendaraan niaga berharap roda bisnis dan perekonomian berangsur-angsur membaik sehingga pembelian kendaraan niaga tetap berlanjut seiring perkembangan roda bisnis.

Mengenai wacana PKB lebih condong ke kendaraan penumpang tentu ada juga yang berdampak pada kendaraan niaga. Tapi bagi kita yang bergerak di kendaraan niaga perlu lebih banyak rangsangan untuk menggerakkan usaha kita. Kalau urusan roda pindah, akan terjadi pembelian kendaraan niaga, ”ujarnya.

sumber: antara