Jakarta –

Di tengah terus meningkatnya infeksi COVID-19 di Amerika Serikat, sebagian besar perusahaan masih terbuka untuk bisnis. Pabrik Honda di Marysville juga mengambil langkah agresif untuk mempertahankan produktivitasnya.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh WOSU Public Media, Honda meminta beberapa pekerja kantor kerah putih untuk mengambil posisi di jalur perakitan pabrik. Motor1 mengkonfirmasi laporan ini dan ditanggapi oleh juru bicara Honda.

"Karena permintaan pelanggan yang kuat untuk produk kami dan kebutuhan untuk mengelola produksi dengan hati-hati selama pandemi COVID-19, kami menghadapi sejumlah masalah kepegawaian yang membutuhkan bantuan dari kolega yang biasanya tidak bekerja dalam produksi. Kami telah menerapkan tindakan sementara ini di masa lalu dan bekerja dengan rajin untuk menarik dan mempekerjakan mitra di divisi lain untuk mendukung kebutuhan produksi kami, "Honda mengkonfirmasi melalui juru bicaranya.

Karyawan Honda yang biasanya bekerja di bidang penjualan, penelitian dan pengembangan, dan akuntansi bekerja bersama untuk merakit mobil di pabrik. Walaupun Honda mengatakan telah melakukan ini sebelumnya, laporan WOSU mengidentifikasi seorang karyawan anonim yang mengklaim bahwa dia tidak pernah terlibat dalam langkah ini sebelumnya. Karyawan itu juga mengatakan bahwa prosesnya dimulai dengan Honda meminta sukarelawan, tetapi kemudian menjadi wajib karena tidak banyak orang yang mengajukan diri.

Situasi ini menimbulkan beberapa pertanyaan tambahan, termasuk yang melaksanakan tugas sebagai karyawan kantor. Selain itu, pelatihan seperti apa yang dilakukan sehingga karyawan ini memiliki kecepatan tinggi dalam pekerjaan perakitan?

"Dengan puluhan ribu mitra membangun produk di Amerika, kami tidak kebal dalam membuat anggota tim kami terkena pandemi COVID-19. Kesehatan dan keselamatan mitra kami adalah prioritas utama kami, dan bertindak dengan sangat hati-hati setiap kali anggota tim kami diuji positif atau dicurigai menderita COVID-19, kami menggunakan pelacakan kontak untuk menentukan mereka yang mungkin terpapar dengan anggota tim yang terkena dampak, kadang-kadang mengakibatkan perlunya mitra tambahan karena beberapa harus dikarantina. Permintaan yang kuat untuk produk kami, telah menciptakan kebutuhan untuk meminta sejumlah mitra pendukung untuk bekerja sementara di bidang produksi, "lanjut pernyataan dari Honda.

Laporan WOSU menunjukkan bahwa tidak semua karyawan Honda merasa nyaman dengan aturan ini dengan alasan kekhawatiran bekerja di area di mana orang telah dinyatakan positif menggunakan COVID-19. Selain itu, laporan tersebut mengutip perwakilan dari Serikat Pekerja Otomotif UAW yang mempertanyakan pelatihan orang-orang yang tiba-tiba memasuki bidang perakitan. Diduga, karyawan yang dikirim ke produksi tidak diberi pelatihan sampai mereka tiba di sana untuk bekerja.

Tidak diketahui berapa lama aturan ini akan bertahan. Fasilitas pabrik Honda di Marysville menghasilkan Honda Accord dan CR-V, serta Acura TLX dan ILX.

Tonton Video "Tambah 1906, Corona RI Case Menjadi 93.657"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)