Jakarta – Pemerintah secara resmi mengeluarkan peraturan tentang tarif untuk pengalihan nama kendaraan bermotor (BBNKB). Hal ini dinyatakan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 973-689 pada tahun 2019.

Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, biaya BBNKB untuk sepeda motor baru juga meningkat sekitar 2,5 persen dan 5 persen untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Harap dicatat, sebelum biaya BBNKB adalah 10 persen.

Menanggapi penerbitan peraturan tersebut, Agen Merek Sepeda Motor (APM) di negara itu mulai bersiap untuk melakukan penyesuaian harga. Salah satunya adalah PT Penta Jaya Laju Motor, merek APM KTM di Indonesia.

"Dengan kenaikan BBNKB otomatis kami juga akan menyesuaikan secara bertahap, dan mengikuti kenaikan harga dari merek lain," kata Presiden Direktur PT Penta Jaya Laju Motor, Kristianto Gunadi, saat dihubungi AFP, Jumat (29/3/2019).

Kenaikan harga juga akan mengikuti aturan tarif BBNKB yang baru. "Sekitar 2,5 persen hingga 5 persen sesuai dengan kenaikan BBNKB," lanjut pria yang akrab disapa Kris itu.

Meskipun nanti kebijakan ini akan mendorong pendapatan pemerintah dari sektor pajak kendaraan baru, diakui Kris, kenaikan BBNKB ini akan berdampak kecil pada konsumen.

"Ini pasti akan berpengaruh (pada industri otomotif) karena harga jual kendaraan bermotor semakin tidak kompetitif," simpul Kris.

Sebagai informasi, data yang diterima oleh AFP, mengenai peraturan mengenai Evaluasi Draft Peraturan Provinsi Jawa Barat tentang Amandemen Peraturan Provinsi Jawa Barat Nomor 13 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Menteri Dalam Negeri, menyatakan:

1. BBNKB untuk Pengajuan Pertama sebesar 12,5 persen.
2. BBNKB Listrik Empat Roda Pertama Pengajuan 10 Persen.
3. Penyerahan Roda Dua Listrik BBNKB pertama 2,5 persen.
4. BBNKB Dua Roda dan Tiga Roda dengan Kapasitas Isi Silinder 250cc di atas Pengajuan Pertama sebesar 15 persen.
5. BBNKB Dua Roda dan Tiga Roda dengan kapasitas Isi Silinder di bawah 250 cc. Pengajuan Pertama sebesar 12,5 persen. (lua / rgr)