Jakarta – Adi Saputra ngeri dunia media sosial setelah dia mengambil tindakan untuk membanting sepeda motor karena dia kesal dipanggil oleh polisi. Adi sendiri ketika ditilang tidak melengkapi dirinya dengan helm juga tidak membawa registrasi kendaraan dan SIM.

Berakhir di sana, diperkirakan bahwa Honda Scoopy digerakkan oleh Adi. Polisi sendiri memastikan bahwa plat nomor Scoopy yang dikendarai Adi tidak terdaftar sebagai alias.

"Ya, jadi dari hasil pengecekan itu tidak terdaftar," jelas Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan yang dikutip dari detiknews.

Nomor plat kendaraan yang dipasang harus dikeluarkan oleh polisi karena berisi kode area, nomor registrasi, dan masa berlaku agar kendaraan tidak macet.

Tidak bermain-main tentang plat nomor alias TNKB (Nomor Kendaraan Bermotor) diatur dalam pasal 68 ayat 1.3, dan 6 UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Jalan. Tidak hanya itu, dasar hukum untuk mengatur plat nomor juga diatur dalam PP No. 80 tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penegakan Lalu Lintas dan Pelanggaran Transportasi Pasal 4 ayat 3.

"Pemeriksaan Nomor Kendaraan Bermotor atau Tanda Coba Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, terdiri dari:
Sebuah. spesifikasi teknis nomor kendaraan;
b. masa berlaku; dan
c. keasliannya, "baca Pasal 4 ayat 3 PP 80 tahun 2012.

Bagi yang melanggar, bersiap-siap dikenakan sanksi penjara hingga denda maksimal Rp. 500 ribu.

"Setiap orang yang mengendarai Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Nomor Kendaraan Bermotor yang ditentukan oleh Kepolisian Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) harus paling banyak 2 (dua) bulan penjara atau denda maksimal Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), "tulis artikel itu. (kering / rgr)