Pangsa pasar Daihatsu adalah 18,4 persen di bulan Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mei 2020 adalah periode paling sulit bagi industri otomotif. Bulan itu pemerintah memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di beberapa daerah, yang secara otomatis membuat pasar melemah.

Namun, ternyata Daihatsu berhasil mencatatkan peningkatan pangsa pasar di bulan Mei. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengatakan, dari tahun ke tahun, penjualan Daihatsu memang menurun.

"Namun, pangsa pasar Daihatsu telah meningkat dari 18 persen pada Mei 2019 menjadi 18,4 persen pada Mei 2020," kata Amelia dalam pernyataan pers kepada Republika.co.id, Kamis (18/6).

Secara total, penjualan Daihatsu di pasar partai besar tahun ini berjumlah 49.443 unit. Sementara penjualan ritel dari Januari hingga Mei 2020 adalah 48.019 unit.

Itu artinya, lanjutnya, penjualan ritel pada Januari hingga Mei menurun sekitar 39 persen. Ini juga menunjukkan bahwa Daihatsu mengalami penurunan yang lebih rendah dibandingkan dengan penurunan di pasar nasional yang mencapai 40 persen.

Sedangkan untuk partai besar, pasar nasional sendiri juga turun 41 persen. Sementara penurunan yang dialami Daihatsu hanya 39 persen.

"Itu berarti pangsa pasar Daihatsu secara keseluruhan penjualan juga meningkat dari 19,2 persen pada 2019 menjadi 19,9 persen pada 2020," katanya.

Menurutnya, penjualan ritel Daihatsu sebagai model masih didominasi oleh Sigra dengan 13.846 unit atau berkontribusi 28,8 persen dari total penjualan Daihatsu. Model terlaris berikutnya adalah Gran Max (pickup) 9.483 unit (19,7 persen) dan Terios 7.687 unit (16 persen).

Pada bulan berikutnya, Daihatsu berharap bahwa pasar akan mengalami pertumbuhan seiring dengan transisi ke normal baru.

"Memasuki Juni 2020, sudah banyak daerah di Indonesia yang melakukan relaksasi PSBB sehingga roda perekonomian mulai menggeliat lagi. Kami berharap pasar mobil Indonesia akan membaik seiring dengan perbaikan ekonomi Indonesia," katanya. kata.