Bahan bakar RON yang rendah akan menurunkan performa mesin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pakar motor Institut Teknologi Bandung (ITB) Iman K Reksowardojo mengingatkan penggunaan bahan bakar oli rendah Research Octane Number (RON) sangat berisiko bagi mesin. Menurutnya, bahan bakar RON yang rendah akan menurunkan performa (tenaga, efisiensi), memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, membuat mesin tergelitik (knocking), dan resiko terparah adalah ruang bakar bolong.

Knocking itu yang harus dihindari. Karena bisa merusak mesin, membuat piston bolong, mengurangi efisiensi, dan meningkatkan emisi gas buang, ”kata Iman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/9).

Bahan bakar dengan RON rendah, imbuhnya, memang menjadi penyebab knocking. Secara termodinamika knocking terjadi karena bahan bakar RON rendah tidak dapat menahan tekanan atau suhu tinggi, akibatnya bahan bakar dapat terbakar sebelum waktunya disulut oleh api busi.

Dan pembakaran yang terjadi bukan dari busi itulah yang disebut knocking. Kondisi inilah yang terjadi pada bahan bakar RON rendah, dan sangat merusak mesin karena temperatur dan tekanan yang sangat tinggi, ”ujarnya.

Inilah yang membedakannya dengan bahan bakar RON tinggi dengan level 92 ke atas. Bahan bakar RON yang tinggi tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi, sehingga tidak menyala dengan sendirinya.

“Pembakaran yang terjadi hanya berasal dari api busi, bukan karena suhu dan tekanan tinggi yang bukan berasal dari busi,” kata Iman.

Jadi, menurutnya, pada dasarnya angka oktan memang merupakan parameter ketahanan bahan bakar mulai dari tekanan / temperatur hingga self-ignition (detonasi). Semakin tinggi angka oktan yang tercermin pada RON BBM maka semakin baik kualitas bahan bakarnya.

Karena itu, Iman juga mengingatkan, pentingnya menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi. Apalagi spesifikasi mesin terbaru juga dirancang untuk bahan bakar RON yang tinggi.

“Jadi harus sesuai. Kalau mesin didesain untuk oktan tinggi, harus menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau pengoperasian mesin di luar desain,” ujarnya.

Bahan bakar dengan angka oktan tinggi, lanjut Iman, saat digunakan pada motor bensin dengan rasio kompresi tinggi menghasilkan tenaga yang tinggi. Hal ini menjadikan penggunaan bahan bakar lebih hemat dan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.

Ibarat tubuh yang butuh makanan bergizi, bahan bakar dengan angka oktan tinggi merupakan 'makanan' sehat bagi kendaraan bermotor. Tidak hanya untuk kendaraan baru, bahan bakar oktan tinggi juga baik untuk kendaraan lama, ”kata Iman.

sumber: Antara