Mochamad Leksono Sidi lebih menaruh minat pada sepeda motor tua. Alasan itulah yang membuatnya mengusulkan peringatan Suzuki Thunder 125 2008.

"Karena saya sangat suka sepeda motor tua. Sepeda motor tua tidak mati," Leksono membuka, kepada detikOto, Kamis (10/1/2019).

Meskipun mengendarai sepeda motor tua, Leksono tetap menginginkan motornya tampil kuat, sehingga opsi peningkatan dipilih. "Kebetulan, motor Thunder ini sering diremehkan oleh orang, katanya, motor banci karena ccnya kecil, lalu akhirnya dimodifikasi semua," sambung lelaki Pondok Jati Gede dari Jatimurni, Bekasi.

Mesin Thunder yang hanya 125 cc kemudian dinaikkan menjadi 270 cc, dengan konfigurasi bore x stroke 72 x 66. "Mesin yang bekerja di bengkel modif Jhonespeed ada di Tangerang. Selain mesin, gir juga diturunkan dari 14-44 menjadi 16-32," jelasnya lagi.

Agar lebih klasik, Leksono juga membantu merombak tampilan sepedanya. "Konsepnya awalnya dimodifikasi oleh gaya Chopper, tetapi karena setiap kali saya pulang kerja, kedua anak saya diminta untuk berkeliling kompleks terlebih dahulu, akhirnya saya menghasilkan uang di Valen Jok," kata Leksono, yang juga anggota Suzuki Thunder Online Group (STOG).

Apa yang menarik tentang tangki Suzuki Thunder adalah lambang sepeda motor Inggris & # 39; Kemenangan & # 39 ;. "Tangki Triumph dibeli secara online. Teman-temanku merilis nama & # 39; Triumph & # 39; di tangki sepeda motorku menjadi & # 39; trompet & # 39 ;. Akhirnya, penggunaan nama itu dilanjutkan," Leksono melanjutkan, mengutip biaya modifikasi sebesar Rp. 15 juta.

Detail lainnya diubah oleh Suzuki Thunder & # 39; Trumpet & # 39; di bagian pembuangan yang sekarang menggunakan botol Royal Enfield & # 39; model, kemudian lampu depan, lampu sinyal belok depan belakang, setang mundur membuat posisi berkendara santai, fender depan CB, fender belakang sepeda trail, lampu LED, footstep custom, kotak baterai model Japstyle beli online, model klasik shockbreaker belakang, hingga kantong samping tambahan untuk membawa barang.