Kementerian Perindustrian berupaya melonggarkan pajak pembelian mobil baru agar pasar bergairah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri otomotif merupakan industri yang memiliki efek domino yang luas. Pasalnya, proses produksi di Indonesia otomatis melibatkan banyak tenaga kerja dan banyak industri pendukung. Lapangan ini juga sedang dilanda badai akibat pandemi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga tengah mencari cara agar industri ini tetap bertahan sehingga bisa terhindar dari gejolak ekonomi yang lebih besar. Salah satu caranya adalah dengan mengusulkan pelonggaran pajak atas pembelian mobil baru atau pemotongan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Pengamat otomotif Bebin Juana menilai usulan ini merupakan salah satu terobosan penting dalam memberikan stimulasi pasar. “Ini memang dilema, tapi ini upaya penting untuk menggairahkan dan menyelamatkan industri otomotif,” kata Bebin kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Jika usulan ini terealisasi, maka otomatis masyarakat bisa memiliki mobil dengan harga yang jauh lebih murah. Dengan begitu, diharapkan masyarakat yang sempat menunda pembelian kendaraan bisa segera merealisasikan rencana tersebut.

Alhasil, angka penjualan yang terakumulasi juga akan meningkat dan membuat para pelaku industri mulai dari industri pendukung, tenaga kerja dan pabrikan otomotif sedikit menikmati angin segar. Di satu sisi, terkait pandemi, masyarakat memiliki peluang untuk lebih aman melakukan mobilisasi dengan kendaraan pribadi.

Namun, proposal ini mengharuskan negara bersedia kehilangan penerimaan pajak untuk sementara. Ia juga menilai, jika usulan ini terealisasi, ini merupakan kali pertama pemerintah Indonesia memberikan kelonggaran pajak dalam transaksi pembelian kendaraan.

"Dalam kondisi seperti ini, mungkin negara harus mengalah sejenak agar harga jual kendaraan bisa terjangkau dan industri bisa melewati masa-masa sulit ini," ujarnya.

Meski proposal ini penting, dia menilai tidak akan berdampak besar pada peningkatan volume penjualan sepanjang 2020. Mengingat periode 2020 saat ini hanya tersisa sekitar tiga bulan lagi.

Apalagi, lanjutnya, usulan ini merupakan strategi jangka pendek dan kemungkinan tidak akan banyak membantu di segmen mobil menengah ke bawah. Mengingat, pada segmen tersebut masyarakat lebih memilih menggunakan anggaran untuk keperluan lain atau sebagai pencegahan sebagai biaya hidup dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya telah menyampaikan usulan terkait masalah relaksasi. Agus Gumiwang mengatakan proposal dari Kementerian Perindustrian sudah diserahkan ke Kementerian Keuangan.

Dia yakin, relaksasi yang diusulkan itu bisa berperan mendongkrak daya beli masyarakat. “Relaksasi ini dapat meningkatkan daya beli sekaligus membantu pertumbuhan industri manufaktur otomotif,” kata Agus Gumiwang.

Menurut dia, usulan tersebut dilatarbelakangi oleh tekanan yang dialami industri otomotif pada paruh pertama tahun 2020. Pandemi yang mulai melanda pada Maret 2020 ini terbukti telah membawa penjualan kendaraan lebih awal.

Oleh karena itu, kami berharap pelonggaran pajak dapat segera dilaksanakan sehingga dapat memacu kinerja industri otomotif dalam negeri dan memulihkan perekonomian nasional, ”ujarnya.

Ia juga menegaskan, strategi ini cukup penting mengingat industri otomotif merupakan salah satu sektor terpenting bagi perekonomian nasional. Pasalnya, industri ini memiliki kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional, baik dari sisi pencapaian nilai investasi maupun dari sisi transaksi ekspor.

Tak hanya itu, industri otomotif juga telah mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar dan telah menjangkau lebih dari satu juta pekerja. Tak heran, industri ini juga menjadi salah satu sektor prioritas agenda nasional.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan saat ini usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal di Kementerian Keuangan. Selain itu, Kementerian Perindustrian berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri secara paralel.