Jakarta – Bencana alam tsunami yang terjadi di pantai Banten, Sabtu (22/12/2018) langsung melumpuhkan aktivitas masyarakat. Untuk membantu pemulihan pasca-tsunami yang terjadi di Banten, Pertamina memastikan bahwa mereka akan terus mengoperasikan semua pompa bensin di daerah yang terkena dampak.

Melalui siaran pers yang diterima, PT Pertamina (Persero) mengkonfirmasi bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) setelah bencana tsunami di wilayah Banten berjalan optimal, dengan langkah-langkah untuk terus mengoperasikan pompa bensin dan tidak sedikit memasok bahan bakar yang terkena dampak daerah yang terkena bencana.

Seperti yang dikatakan oleh Manajer Unit Komunikasi & CSR, MOR III Dian Hapsari Firasati. "Pasokan BBM kami aman, dari Terminal BBM Tanjung Gerem, serta pasokan LPG diupayakan untuk beroperasi normal seperti biasa. Karena semua fasilitas BBM dan LPG berada dalam kondisi aman," kata Dian Hapsari Firasati.

Selain korban tewas, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh AFP pada Senin (24/12/2018), pada sore hari ada 408 orang hilang, 720 orang terluka dan 4.411 orang mengungsi. Selain itu, total kerugian material tadi malam terdiri dari 528 unit rumah yang rusak berat, 1 unit rumah hilang tersapu, 82 unit rumah rusak ringan hingga 1 unit dok rusak parah.

Berikut ini adalah daftar SPBU Pertamina yang terus beroperasi, di daerah yang terkena dampak Tsunami Selat Sunda:

1. SPBU 34-421-04 Cikoneng, Anyer.

2. SPBU 34-422-03 Labuan, Jl. Jendral Sudirman 18, Labuan Pandeglang.

3. SPBU34-422-12 Cibaliung, Jl. Sumur – Cibaliung, Sukajadi, Cibaliung, Pandeglang.

4. SPBU 34-422-05 Pejamben, Jl. Raya Anyer Km. 4,5, Pejamben, Carita, Caringin, Pandeglang.

5. Pompa bensin 34-422-13 Carita.

6. SPBU 34-422-07 Panimbang. (riar / lth)