Jakarta –

Francesco & # 39; Pecco & # 39; Bagnaia berharap MotoGP menerapkan aturan baru terkait limbah kaca atau sobekan helm. Terakhir, Jack Miller menjadi korban pencabutan sampah dari Fabio Quartararo. Mesin sepeda motor Miller mengalami crash karena filter udaranya tersumbat dengan sobek Quartararo.

Pecco juga menuding dirinya kecelakaan karena menabrak air mata di sudut. Padahal, saat itu dia sedang memimpin balapan. Ia tergelincir dari motornya meski dari data tidak menunjukkan adanya pengaruh dari motor tersebut.

Pembalap Italia sekaligus mahasiswa Valentino Rossi itu mengira ada sesuatu yang harus dilakukan untuk menghentikan kemalangan Miller terulang kembali. Ia menilai, seorang pembalap gagal finis karena sobek merupakan hal yang tidak boleh terjadi.

"Itu sesuatu yang ingin saya bahas di Safety Commission besok karena menurut saya tidak normal – bukan karena kecelakaan saya, karena kita tidak tahu kalau itu sobek – tapi untuk apa yang terjadi pada Jack, "katanya seperti dikutip Motorsport.

"Saya rasa tidak normal bagi seseorang untuk kalah dalam balapan seperti ini."

“Jadi, menurut saya marshal harus membersihkan lintasan setiap lap setiap kali melihat aspal sobek, karena tidak boleh kalah di balapan seperti ini,” lanjutnya.

Pecco berpikir MotoGP harus mempertimbangkan pengaturan zona khusus, di mana sobekan dapat dibuang di sana. Cara ini diyakini akan memudahkan marshal membuang sampah sobek dengan aman dari lintasan.

“Saya kira tidak mungkin membersihkan setiap kualifikasi atau waktu latihan, itu tidak mungkin karena ada pembalap di seluruh sirkuit,” tambahnya.

"Tapi mungkin untuk balapan, penting untuk membuat aturan yang mengatakan Anda hanya boleh mengoyak bagian tertentu dari sirkuit."

“Jadi Misano setelah Tikungan 6, seperti di trek lurus. Karena begini, marshal bisa lebih bersih lagi dan mereka tahu itu hanya satu bagian saja.”

Tonton Video "Joan Mir, Trio Destroyer Italia di MotoGP San Marino"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)