Jakarta – Kecelakaan tunggal telah terjadi di Jalan Margonda Raya, Depok pada Senin (8/8/2019) kemarin. Kecelakaan itu menewaskan Ita Sachari (27).

Polisi telah melakukan TKP. Menurut polisi, alasannya adalah karena para korban mengantuk dan lelah.

Dari kecelakaan ini, ada beberapa pelajaran yang bisa dipelajari agar tidak mengulangi kejadian serupa. Andry Berlianto, instruktur keselamatan berkendara RDL, mengatakan bahwa mengendarai sepeda motor membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi. Mengemudi adalah pekerjaan penuh waktu 100% sehingga tidak ada toleransi untuk kehidupan taruhan.

"Berkendara dalam kecepatan sesuai dengan arah rambu ke arah jalur di mana kedua roda idealnya di jalur lambat, paling kiri," kata Andry kepada AFP, Rabu (4/10/2019).

Pengemudi harus memperhitungkan tingkat kelelahan. Jika Anda lelah dan mengantuk, bijaksana untuk menunda perjalanan.

"Ketika lelah, sulit bagi mata dan tubuh untuk bereaksi (cenderung tidak dapat bereaksi dengan cepat) karena sepersekian detik gerakan tanpa kendali," kata Andry.

Misalnya, pada kecepatan 60 km / jam pengemudi mengantuk atau kehilangan kesadaran, kendaraan bergerak tanpa kendali sejauh 17 meter per detik. "Ini risiko berbahaya," kata Andry.

Selain itu, pengemudi harus menggunakan perlengkapan keselamatan secara ideal. Dengan menggunakan alat pengaman lengkap, potensi cedera pada tubuh harus dikurangi bahkan jika tidak 100 persen.

"Faktor manusia berperan dominan dalam kasus kecelakaan dibandingkan dengan faktor kendaraan dan faktor lingkungan. Faktor kabel baja bisa menjadi studi utama pemerintah daerah untuk mengantisipasi hal serupa dalam suatu kecelakaan," tutup Andry.

Sementara itu, berdasarkan TKP, tidak ada jejak tanda pengereman yang ditemukan. "Orang yang bersangkutan tidak punya waktu untuk melakukan pengereman," kata Kepala Kepolisian Resor Depok Kompol Sutomo saat dihubungi AFP, Rabu (4/10/2019).

Sutomo mengatakan, korban memacu Honda Vario dengan polisi B-3678-ENU dengan kecepatan tinggi. Lokasi kecelakaan itu sendiri memang di jalur cepat.

"Laka TKP (kecelakaan) di jalur cepat, rute dilarang untuk dua roda, kecepatan korban di atas 40 Km / jam," jelasnya

Sepeda motor korban mendorong beton jalan tengah untuk kehilangan kendali. Korban kemudian dilempar ke bawah dan tubuhnya terbanting di pagar kawat baja sampai kepalanya pecah.

"(Penyebabnya) mengantuk dan lelah," katanya.

Diketahui, Ita pada Senin (7/4) pukul 05:40 pagi. Saya baru saja pulang kerja dari Jakarta. Polisi mendapatkan CCTV yang merekam momen-momen kecelakaan.

Dari hasil TKP, keterangan saksi dan inspeksi CCTV, polisi menyimpulkan Ita terbunuh dalam satu kecelakaan. (rgr / ddn)