Jakarta – Insiden penembakan Letnan Kolonel (Letnan Kolonel) Cpm Dono Kuspriyanto oleh Serda Jhoni Risdianto bisa menjadi pelajaran bersama untuk lebih bijak saat mengemudi. Diketahui bahwa kasus tersebut terjadi setelah adegan pertengkaran di jalan yang memicu emosi dan tersangka yang berada di bawah pengaruh alkohol.

Jusri Pulubuhu sebagai Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menyesalkan bahwa hal ini sering terjadi di masyarakat sekarang. Karena itu ia mengimbau agar lebih matang saat menggunakan jalan umum.

"Lalu lintas dan kesabaran atau menghasilkan (empati) saat mengemudi sebenarnya adalah kewajiban, hal yang harus dilakukan. Kemudian ketika bertemu pengemudi yang agresif atau sombong, hindari kontak mata dan komunikasi verbal dan non-verbal sehingga tidak ada pembagian," katanya saat dihubungi oleh detikOto di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

"Jika perlu, catat saja nomor kendaraan lawan. Tidak perlu memancing dan memancing emosi," kata Jusri lagi.

Jusri juga menyarankan untuk menghindari perilaku mempertahankan hak lalu lintas baik salah atau benar. Dan, tantang atau tunjukkan ketidaksukaan terhadap pengemudi yang dimaksud (lawan).

"Tidak perlu mempertahankan hak traffic Anda, salah atau benar bukan domain Anda. Menunjukkan ketidaksukaan Anda juga tidak dilakukan. Terutama mengeluarkan kata-kata makian. Jangan enggan beranjak selain mematuhi lalu lintas," kata Jusri .

Sebab, risiko mengemudi bukan hanya kecelakaan tetapi juga keselamatan. Yakni, selamatkan diri Anda dari pengendara yang sombong atau agresif dengan menyerah dan tidak memprovokasi penjahat yang akan datang.

"Memancing untuk penjahat itu seperti menggunakan perhiasan berlebih saat mengemudi. Ini memancing penjahat untuk mengambil harta milikmu. Terutama saat keluar dari jalur utama (memasuki jalur alternatif)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Serda Jhoni Risdianto sebelum menembak Letnan Kolonel Dono Kuspriyanto sedang mabuk. Dia mencegat korban yang menggunakan mobil dinas setelah pertikaian terjadi di sekitar Jalan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kolonel Kapendam Jaya (Inf) Kristomei Sianturi mengatakan para pelaku menembak empat korban.

"Dua tembakan di depan, lalu kendaraan korban terus melaju dan ditembak lagi oleh pelaku, dua tembakan di belakang. Korban tewas di tempat kejadian dengan dua luka tembak pertama di kuil, lalu yang kedua ada di punggung melalui perut, "katanya. (ruk / rgr)