Jakarta – Mobil patroli dan pengawalan (Patwal) Sat Sabhara Polresta Mojokerto ditabrak truk saat mengawal sebuah mobil penjara. Dari kecelakaan ini pelajaran penting bisa ditarik sehingga tidak ada kejadian serupa yang terjadi.

Detik tertabrak mobil patroli ditangkap oleh kamera CCTV. Dalam video itu, truk berakselerasi karena memang lampu lalu lintas berwarna hijau. Di sisi lain, mobil patroli juga melintasi persimpangan. Tabrakan tidak bisa dihindari.

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, terlihat secara hukum sebenarnya ada kendaraan yang memiliki hak prioritas di jalan. Menurut undang-undang, salah satu kendaraan yang harus diprioritaskan adalah prosesi yang menerima pengawalan polisi.

"Mobil yang dijaga seperti konvoi tahanan memiliki hak prioritas. Tetapi mereka yang sering salah arah di Indonesia, mereka yang memiliki hak prioritas merasa aman, mereka merasa jalanannya steril, terutama sirene dan sebagainya. Mereka tidak menanggapi kesalahan atau kelalaian pengguna jalan lain Dalam konteks ini, kita dapat memetakan kesalahan pengguna jalan lain, seperti di sudut, yang berarti bahwa ada tempat yang secara logis menjadi tempat bahaya, ada ancaman kelalaian oleh orang lain. "Orang yang dikawal merasa aman, padahal nyatanya ada banyak pengawalan dalam banyak kecelakaan yang terjadi," kata Jusri kepada detikOto, Jumat (11/1/2019).

Pengemudi truk dalam kejadian ini, kata Jusri, adalah seorang pengemudi yang mungkin lalai. Pengemudi truk tidak memperlambat kendaraan karena memang berwarna hijau.

Menurut Jusri, meski cahayanya hijau, dalam kondisi apa pun, lebih baik bagi semua pengendara untuk melambat. Ini penting dilakukan untuk mengantisipasi pengendara lain yang lalai dari arah lain sehingga terhindar dari kecelakaan. Mungkin dari arah lain ada kendaraan darurat yang memiliki hak untuk memecah lampu merah, atau mungkin ada pengemudi yang gagal memecah lampu lalu lintas. Sehingga memperlambat kecepatan kendaraan di setiap persimpangan meskipun lampu hijau sedang menyala harus dilakukan.

"Faktanya adalah, di Indonesia banyak orang memecahkan lampu merah," kata Jusri.

"Kami tidak melihat kesalahan. Memang benar ada yang salah dalam domain hakim. Tapi kami melihat kecelakaan yang jelas-jelas hilang. Yang menentukan kesalahan adalah hakim, bukan masyarakat," katanya. kata.

Kecelakaan yang ditabrak mobil patroli dengan truk ini, kata Jusri, merupakan indikator lemahnya pemahaman masyarakat tentang keselamatan jalan.

"Jika Anda ingin mogok lagi, paradigma konvoi sering salah. Bahwa bahkan jika mereka (konvoi yang dikawal) memiliki hak prioritas, tidak pernah berpikir mereka aman. Karena intervensi dari pihak luar adalah peluang besar. Dan bagi pengguna jalan lainnya , perhatikan ancaman ini. Meski lampu hijau bukan berarti aman, "kata Jusri. (rgr / ddn)