Jakarta – Sejauh ini tanggung jawab membuat SIM masih ada di tangan Polri. Jadi bagi pengendara yang ingin mendapatkan SIM, mereka harus datang ke kantor polisi untuk memenuhi persyaratan administrasi dan melakukan sejumlah tes khusus sesuai dengan standar polisi.

Dengan sistem seperti itu, pengendara pemula yang ingin mendapatkan SIM pertama mereka harus mengambil pelatihan terlebih dahulu, baik otodidak dan melalui lembaga kursus mengemudi. Setelah lancar, ia dapat mengikuti tes SIM di kantor polisi terdekat.

Menurut Direktur sekolah mengemudi Arman Rahman, Ammar Sail, sistem pembuatan SIM harus memiliki integrasi dengan sekolah mengemudi.

"Selama ini, manajemen SIM berada di luar wewenang kami, jadi ada pihak ketiga. Kami hanya mendidik siswa di sini. Setelah itu, para siswa membuat SIM sendiri. Jika aturannya diubah, mungkin lebih baik untuk mengintegrasikan sekolah mengemudi dengan membuat SIM di Kepolisian, "kata Ammar, ditemui oleh AFP di Cipinang, Jakarta Timur, pekan lalu.

Jika proses pelatihan di sekolah mengemudi terintegrasi dengan pembuatan SIM di Kepolisian, menurut Ammar itu akan memudahkan tugas polisi.

"Jika memang akan ada peraturan yang berlaku bagi calon pembuat SIM yang harus melalui sekolah mengemudi untuk SIM, itu bagus. Karena itu akan memudahkan pekerjaan polisi, konsumen tidak perlu tes latihan lebih lanjut , tes teori lagi. Polisi hanya harus memegang sekolah ini "Jika nanti tidak benar, sekolah mengemudi dapat terganggu dan bahkan dicabut," lanjut Ammar.

sekolah mengemudi Foto: Lutfi Anshori / detikOto

Sedikit bicara tentang keuntungan belajar mengemudi di sekolah khusus dan belajar mengemudi sendiri, menurut Ammar di sekolah mengemudi, siswa tidak hanya diajari mengendarai mobil.

"Karena kekacauan lalu lintas adalah salah satu alasan karena ada banyak yang tidak mengerti rambu-rambu, karena mereka otodidak. Tapi jika belajar di sekolah mengemudi bersertifikat, pasti ada juga pendidikan. Cara mengemudi dengan sopan. Aman Lebih sesuai aturan lalu lintas di negara kita, "pungkas Ammar. (lua / lth)