Jakarta –

Pemerintah Jepang berusaha mendorong Nissan dan Honda menjalin aliansi, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi runtuh.

Menurut Autocar dan Financial Times, pejabat tinggi Jepang berusaha untuk menengahi diskusi tentang merger Nissan-Honda pada akhir tahun lalu, karena mereka prihatin dengan hubungan Nissan yang memburuk dengan Renault, tulis Financial Times.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dikabarkan mengkhawatirkan hubungan Nissan-Renault-Mitsubishi yang semakin memburuk. Jadi Abe mengatakan hubungan dengan Honda disarankan untuk memperkuat merek.

Namun, diskusi tentang merger dan ide tersebut ditolak oleh Nissan dan Honda. Sayangnya, dua perwakilan perusahaan otomotif itu enggan berkomentar saat ditemui di kantor Perdana Menteri Jepang.

Logo Honda Foto: Ari Saputra

Meskipun alasan kegagalan pembicaraan belum dapat dikonfirmasi, kemungkinan struktur Honda menyulitkan pembagian suku cadang dan platform dengan Nissan, yang berarti merger Nissan-Honda akan kehilangan skala ekonomi penting.

Hambatan yang membuat mereka berdua semakin bersatu bisa dilihat dari model bisnis mereka. Sementara Nissan saat ini berfokus pada mobil, keragaman Honda dalam sepeda motor, peralatan listrik, dan peralatan berkebun memainkan peran besar dalam bisnis secara keseluruhan. Hal ini membuat keduanya tidak mungkin bersatu.

Sayangnya belum ada informasi terbaru mengenai kabar ini, meski begitu informasi tersebut akan ditunggu oleh seluruh pecinta otomotif di dunia.

Tonton Video "Kerugian US $ 6,2 Miliar, Nissan Menutup Pabriknya di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / rgr)