Jakarta – Banyaknya pembangun infrastruktur di Tanah Air selama 2017 membuat produsen kendaraan komersial meningkatkan penjualan. Sebagai contoh, Mitsubishi Fuso mencatat peningkatan kinerja penjualan hingga 20,8 persen.

Angka ini juga sekaligus mengokohkan PT Mitsubishi Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pemimpin pasar kendaraan komersial. Kontribusi produsen dari Jepang di segmen ini mencapai 43,9% atau 51.132 unit.

Diketahui, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bersama Jusuf Kalla selama empat tahun masa pemerintahannya telah membangun berbagai infrastruktur. Mulai dari jalan dan jembatan (terutama tol), kereta api (peningkatan transit dan jalur), bandara, dan pelabuhan.

"Di segmen MDT (Medium Duty Truck) kami mengalami peningkatan signifikan 41,8% (5.811 unit) dibandingkan tahun lalu," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Duljatmono di Jakarta, Kamis (24/1) / 2019).

Namun, Mitsubishi Fuso menurunkan kinerja penjualan di segmen Truk Tugas Berat menjadi 39,6% dibandingkan dengan 2017 (64 unit dari 106 unit).

Foto Mitsubishi Fuso: Ruly Kurniawan / detikOto

Mitsubishi Fuso Fighter terbaru

Melihat itu, KTB meluncurkan varian baru di segmen MDT, Fighter. Tak tanggung-tanggung, kendaraan yang sudah terjual di Sumatra tahun lalu ini dirilis oleh 9 varian (4×2, 6×2, 6×4, dan 6×4 traktor kepala).

"Alasan kami memperkenalkannya di Sumatra pertama adalah karena pertumbuhan MTD sangat bagus di sana. Karena, jaraknya jauh dan beberapa kendaraan (karena itu cukup ekstrem). Jadi kami menghabiskannya di Sumatra untuk melihat umpan balik apa, kuat untuk sejauh mana. Karena responnya bagus, kami memperkenalkannya secara nasional, "kata Duljatmono.

"Karena Sumatra bisa mewakili area kendaraan ini," lanjutnya.

Fighter dilengkapi dengan berbagai keunggulan seperti kinerja yang kuat namun efisien, standardisasi Euro 3 dengan sistem common rail dan dapat disesuaikan dengan bahan bakar B20 Biodiesel, suspensi udara di kursi yang menambah kenyamanan berkendara, setir yang dilengkapi untuk mengurangi tabrakan, untuk pelari telematika yang memungkinkan pemilik untuk mengelola armada secara real-time di mana pun dan kapan pun.

"Fighter memiliki standar Euro 3 yang sesuai dengan bahan bakar Biodiesel B20 yang telah membuktikan ekologi berkelanjutan. Kami telah menyertakan filter ganda dan pemisah air ganda untuk ini. Jadi bahkan menggunakan B20, mobil tidak terlalu dibatasi," kata Presiden Direktur KTB Atsushi Kurita.

Selain itu, mobil ini juga menggunakan sasis lurus yang memudahkan pemilik untuk memasang berbagai binaraga. Paku keling atau pengencang juga terletak di sisi rangka sasis ditambah soket / soket listrik tambahan.

Kemudian Fighter dapat diganti sesuai dengan kebutuhan seperti tempat pembuangan, kotak terbuka atau tertutup, tempat tidur datar, kotak sayap, tank, hi-blow, dan sebagainya.

Kendaraan tangguh ini dijual oleh KTB mulai dari Rp. 553 juta (untuk varian 4×2) hingga Rp. 894 juta untuk varian kepala tracktor. Lebih detail, varian 6×2 dijual dengan harga Rp. 679 juta hingga Rp. 696 juta dan varian 6×4 dengan harga Rp. 784 juta hingga Rp. 805 juta. Semua harga masih status off the road di wilayah Jabodetabek. (ruk / lth)