Jakarta –

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menahan penegakan genap selama transisi PSBB (Skala Besar Keterbatasan Sosial). Keraguan tentang dukungan kapasitas angkutan umum adalah alasan utama mengapa kebijakan tersebut belum diimplementasikan.

"Rencana genap-genap masih menunggu hasil evaluasi. Ketat, angkutan umum siap menampung, terutama jika (kebijakan-Red ini) mau diterapkan ke sepeda motor juga," kata Kepala Transportasi Jalan Departemen Perhubungan DKI Jakarta Susilo Dewanto, dalam diskusi virtual yang diadakan oleh Institute of Transportation Studies, Selasa (30/6/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peraturan mengemudi pada masa transisi PSBB. Angka ganjil tentu akan berlaku lagi, tidak hanya untuk mobil tetapi juga untuk pengguna sepeda motor.

Pembatasan kendaraan bahkan dengan sistem aneh pada mobil dan sepeda motor tercantum dalam Pasal 17 ayat 1 Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) selama Periode Transisi menuju Komunitas yang Sehat, Aman, dan Produktif.

"Kendaraan bermotor pribadi dalam bentuk sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil di bidang pengendalian lalu lintas," bunyi poin a, Paragraf 2, Pasal 17 Peraturan Gubernur.

Selain mengurangi populasi kendaraan bermotor di Jakarta dengan menerapkan angka ganjil, Susilo mengatakan bahwa jika biaya parkir tinggi itu juga bisa menjadi solusi alternatif.

Soal wacana tentang pengenaan tarif parkir tinggi untuk kendaraan bermotor pernah dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

"Jadi untuk mendorong strategi, kami melakukan berbagai upaya, termasuk menerapkan sistem ERP tahun ini, selain itu kami menargetkan dalam waktu dekat tarif parkir tinggi di koridor sistem transit kami," kata Syafrin, Februari lalu.

"Selain itu, menurut Ingub No. 66 tahun 2019, kami juga akan mengendalikan polusi udara di Jakarta yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Dari sisi itu kami akan menggunakan insentif bus untuk kendaraan yang tidak lulus tes emisi. Dan departemen transportasi juga akan menerapkan tarif parkir tinggi, untuk kendaraan yang tidak lulus tes emisi secara alami progresif, "tambah Syafrin.

Lihat videonya, "Motor itu ditabrak oleh angka ganjil genap selama Transisi PSBB, setuju?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)