Jakarta –

Sebagai hasil dari pandemi virus korona, jumlah penduduk yang mengajukan perpanjangan atau membuat SIM baru telah menurun. Jumlahnya turun menjadi 80%.

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 menyebabkan mobilitas berhenti. Volume kendaraan di sejumlah jalan cenderung sepi jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum virus Corona berhantu.

Mengemudi bukan lagi prioritas utama yang melebihi masalah kesehatan saat ini. Ini juga memengaruhi jumlah orang yang mengelola atau mengajukan SIM.

Kepala Sub-Direktorat SIM Sub-Direktorat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin Hanggara mengungkapkan bahwa telah terjadi penurunan dalam aplikasi atau pembaruan SIM sebanyak 80 persen selama periode krisis ini.

"Pengurangan 80 persen," jawabnya singkat saat dihubungi AFP, Jumat (8/8/2020).

Poin layanan untuk membuat atau memperbarui SIM sekarang hanya terbatas pada Satpa, SIM seluler untuk sementara tidak beroperasi. "SIM tidak hanya operasional di Satpas," tambah Kompol Hedwin.

Pembuatan SIM di Satpas tentu juga menjalankan protokol kebersihan COVID-19. Setiap orang yang ingin mendapatkan SIM ke Satpas diwajibkan mengenakan topeng. Saat masuk juga harus mencuci tangan di tempat yang disediakan.

"Menggunakan topeng, setibanya di Satpa diperlukan untuk mencuci tangan, mematuhi jarak fisik, melalui pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki penjaga keamanan," kata Kompol Hedwin.

Periksa Video "18 Wilayah Sudah Diizinkan PSBB, Ini Daftarnya"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)