Jakarta –

Untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat mengendarai mobil, perlu ditemani oleh instruktur atau pelatih. Tidak hanya itu mobil yang digunakan juga harus memenuhi standar keselamatan kursus mengemudi. Artinya, mobil pabrikan standar berbahaya jika digunakan untuk pelatihan mengemudi.

Seperti yang dikatakan instruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, sebuah mobil untuk praktik mengemudi harus memiliki tanda pada tubuhnya. Misalnya, dengan penambahan stiker berlabel & # 39; Latihan & # 39 ;.

"Selain itu, mobil harus memenuhi persyaratan yang diminta oleh pemerintah. Pertama, harus memiliki perangkat rem dan kopling tambahan, kemudian kaca spion tambahan untuk instruktur," kata Jusri, ketika dihubungi AFP, Jumat (28/2/2020) .

Tujuan penambahan pedal adalah agar mobil tetap bisa diawasi oleh instruktur saat mobil dikendarai oleh siswa. Misalnya ketika mesin mobil akan mati karena pedal kopling dilepas dengan kecepatan rendah, instruktur akan menginjak kopling agar mesin tidak mati. Sementara itu, ketika mobil melaju tidak terkendali, instruktur bisa menekan pedal rem.

"Sehingga tanggung jawab ketika kecelakaan terjadi harus diserap oleh instruktur. Ini jika kasusnya di sekolah mengemudi. Itu pun jika sekolah mengemudi memenuhi persyaratan. Jika tidak memenuhi persyaratan, maka pengemudi bertanggung jawab untuk kecelakaan itu, "kata si pengemudi. Jusri.

Lihat video "Mengapa Anda Membutuhkan Sekolah Mengemudi?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)