Ciamis – Setiap bulan ada ratusan bukti tiket SIM (Surat Ijin Mengemudi) di Kantor Kejaksaan Distrik Ciamis, Jawa Barat. Ini terjadi karena pemilik tidak mengambil atau menebus denda setelah keputusan pengadilan. Pengemudi tampaknya lebih memilih untuk membuat yang baru daripada menebus SIM-nya yang mendapat tiket.

Menanggapi hal itu, Tak Terlihat Lalu Polda Ciamis Akp Agoeng Ramadhani mengatakan ini akan menjadi masukan dan pertimbangan bagi kepolisian dalam menangani pelanggar lalu lintas.

"Ini akan menjadi masukan dan pertimbangan kami, jika pengemudi tiket tidak dibawa lagi," kata Agoeng saat dihubungi melalui telepon, Kamis (10/1/2019).

Namun, menurutnya, selama ini prosedur tiketing dengan bukti SIM dan STNK sudah sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Ada pelanggaran kecil dan pelanggaran serius. "Ada pelanggaran serius, ada pelanggaran kecil, jika pelanggaran serius biasanya diambil, itu adalah registrasi kendaraan atau kendaraan. Tapi ada juga pelanggaran serius, tetapi pertimbangan yang diambil adalah SIM," jelas Obvious.

Selain itu, Agoeng menjelaskan, jika pelanggaran terjadi pada kendaraan, maka buktinya adalah STNK. Tetapi jika ada pelanggaran terhadap orang tersebut maka SIM diambil. Tapi itu juga bagaimana anggota Satlanta dinilai di jalan saat melakukan penuntutan.

"Ini sesuai dengan pelanggaran, bisakah SIM juga dapat diambil dari STNK. Jika memang SIM akan habis dan ada kemungkinan pemilik tidak akan lagi mengambilnya, mungkin ini akan menjadi pertimbangan kami bahwa STNK akan diambil, "jelas Agoeng.

Meskipun menurut Agoeng, lebih baik pelanggar lalu lintas ditebus untuk menebus SIM. Karena denda yang harus dibayarkan kepada negara adalah rata-rata Rp. 60 ribu. Sementara untuk membuat SIM baru sekitar Rp. 100 ribu.

"Meskipun membuat SIM baru dengan menebus denda untuk SIM lebih mahal untuk membuat yang baru. Jika memang alasannya sudah ingin habis, ini akan menjadi masukan bagi kita," pungkasnya.

Sejumlah bukti tiket dalam bentuk SIM dan STNK, saat ini bertumpuk di gudang Kantor Kejaksaan Negeri Ciamis. Pemilik lebih suka membuat yang baru daripada harus menebusnya di jendela tiket. Selama bertahun-tahun, rata-rata jumlah tiket yang belum diambil pemiliknya mencapai 100.

"Bukti tiket pendaftaran kendaraan dan SIM terbanyak setiap bulan 100 buah tidak diambil. Itu sudah bertahun-tahun, sekarang disimpan di gudang," kata Jaksa Penuntut Distrik Casi Pidum Ryan Palasi di Kantor Ciamis Kejari, Kamis (01/10) / 2019).

Bagaimana dengan Otolovers? Apakah ada yang suka membuat SIM baru alih-alih membayar tiket di pengadilan?

(ern / ddn)