Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) secara total mulai Senin (14/9/2020) kemarin. Ternyata total PSBB ini tidak hanya mempersempit pergerakan masyarakat Jakarta, ternyata PSBB ini juga turut menyeret bisnis bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Seperti pemilik Bus PO Sumber Alam, Anthony Steven hingga detikoto. Anthony mengatakan, setelah ada informasi tentang pemberlakuan kembali PSBB Total di Jakarta, masyarakat takut keluar masuk Jakarta.

“Pada tanggal 12-13 September 2020 memang terjadi peningkatan penumpang dari biasanya. Ini seperti melahirkan Jakarta. Saya khawatir informasi ini tidak tersampaikan. Jadi orang mengira PSBB yang diterapkan sama dengan Jakarta. akan lockdown, meninggalkan Jakarta kemarin, 12-13 September 2020, dan masyarakat enggan keluar-masuk Jakarta karena takut lockdown, ”kata Anthony.

Namun, lanjut Anthony, pengguna bus AKAP mulai mengalami kemiringan bahkan cenderung turun drastis saat memasuki 14 September 2020, saat PSBB Total diberlakukan.

Bus Sumber Alam dilelang untuk memerangi virus Corona Foto: screenshot Youtube Sumber Alam

“Dampaknya pengurangan penumpang bus AKAP sampai 50 persen, kemudian kita akan melangkah ke lubang lain (setelah transisi PSBB). Bahkan dari Sumatera kita bisa mendapat informasi dari sana bahwa rute yang bersinggungan dengan Jakarta turun drastis. Saat ini penumpang kita (PO Bus SUmber Alam) baru mencapai 150 penumpang. Padahal rata-rata mulai 1 September, tren mulai Agustus arus penumpang sudah mulai pulih, orang sudah mulai bekerja lagi, tapi Senin (September 14, 2020) langsung turun 50 persen, ”kata Anthony.

“Ini sulit dalam dunia bisnis. Kalau harganya tinggi atau murah itu relatif. Tapi kita butuh kepastian. Kalau begitu kita belum dapat kepastian. Ini sulit. Harapannya kalau bisa Gubernur DKI Jakarta Pak Anies jangan langsung menerapkan PSBB sebelum mengeluarkan juknis beberapa hari kemudian. Karena kalau dibilang PSBB dulu, banyak isu yang berkembang dimana-mana, ada yang bilang masuk Jakarta pasti Rapid Test, ada yang bilang Jakarta Lockdown, harus pakai SIKM dll. Ini yang membuat orang enggan masuk ke Jakarta, "kata Anthony.

Tonton video "Tidak Ada Pesanan, Pengusaha Bus Pariwisata Ancam Gelar Konvoi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)