Jakarta –

[Gambas:Video 20detik]

Gagasan tentang sepeda motor & # 39; masuk & # 39; korban yang diajukan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet menimbulkan pro dan kontra. Bamsoet menjelaskan lebih detail tentang ide itu.

"Di Indonesia, tidak semua jalan tol dapat dilintasi oleh sepeda motor. Mayoritas jalan tol di Indonesia hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Sementara sepeda motor dilarang memasuki mayoritas jalan tol," kata Bamsoet kepada wartawan, Rabu. (30/1/2019)

Namun, kata Bamsoet, sejak sepuluh tahun yang lalu, jalan tol khusus untuk sepeda motor mulai ada, pertama kali di Jalan Tol Suramadu. Lima tahun kemudian, kata Bamsoet, jalan tol khusus sepeda motor dibangun di Bali Mandara.

Menurut Bamsoet, penyediaan lajur bermotor khusus yang terpisah dari mobil di jalan tol dengan pertimbangan keselamatan adalah salah satu contoh dari keberadaan negara dan prinsip keadilan terhadap orang-orang yang secara ekonomi tidak dapat memiliki mobil sebagai moda transportasi. .

"Populasi orang Indonesia baru mampu memiliki kendaraan roda dua mencapai puluhan juta di seluruh Indonesia," kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan, berdasarkan data 2018 yang diperoleh dari Mabes Polri, jumlah sepeda motor yang terdaftar di seluruh Indonesia menyentuh angka yang sangat signifikan. Per 1 Januari 2018, katanya, angkanya mencapai 111 juta, atau tepatnya 111.571.239 kendaraan. Dia memperkirakan bahwa jumlah kendaraan roda dua per Januari 2019 akan mencapai lebih dari 120 juta unit.

Penggunaan jalan tol, katanya, diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, yang disempurnakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 yang merevisi Pasal 38 PP 15/2005. Menurut Bamsoet, peraturan tersebut memungkinkan sepeda motor untuk menyeberang jalan tol dengan syarat.

"Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 merevisi PP 15/2005 dengan menambahkan satu paragraf ke Pasal 38 tentang ketentuan sepeda motor melalui jalan tol. Satu paragraf tambahan menjelaskan aturan untuk mengizinkan sepeda motor menyeberang jalan tol. Sebelumnya, PP 15/2005 adalah hanya tertulis pada paragraf 1 yang menyatakan jalan tol ditujukan untuk pengguna yang menggunakan kendaraan roda empat atau lebih, "katanya.

Politisi Partai Golkar kemudian menyebutkan Peraturan Pemerintah Nomor 44/2009 Pasal 38 ayat 1a yang memungkinkan sepeda motor melintasi jalan tol. Dibaca sebagai berikut:

Di jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus untuk kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol untuk kendaraan roda empat atau lebih.

"Di Suramadu, bahkan sejak sepuluh tahun yang lalu sudah ada jalur khusus untuk sepeda motor. Jalur tol untuk sepeda motor di sana tidak menjadi satu dengan tol untuk kendaraan roda empat atau lebih. Sama seperti jalan tol Mandara Bali. Di sana, tol khusus sepeda motor dipisahkan dengan tol untuk kendaraan roda empat atau lebih, "kata Bamsoet.

Dia mengatakan jalan tol untuk sepeda motor mengakibatkan penurunan tingkat kecelakaan roda dua di Bali. Menurutnya, dengan motor satu arah dan lebar hanya 2,5 meter, potensi tabrakan sangat minim.

Mantan Ketua Komisi III DPR kembali berbicara tentang PP No. 44 tahun 2009, dengan salah satu bunyi penjelasan umum tentang aturan sepeda motor melalui jalan tol. Bunyinya:

Kendaraan bermotor roda dua adalah moda transportasi dengan jumlah penduduk yang cukup besar sehingga perlu difasilitasi menggunakan infrastruktur seperti jalan, termasuk jalan tol. Penyediaan fasilitas diberikan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan pengguna jalan.

"Jadi, bagi mereka yang masih mengomel orang-orang baru yang mampu memiliki kendaraan roda dua atau motor sebagai moda transportasi, mereka harus tahu bahwa ada aturan bahwa sepeda motor dapat melintasi jalan tol selama ada jalur khusus yang memisahkan dua roda dengan empat atau lebih roda, "Bamsoet.

"Yang pasti, kalau wacana sepeda motor melintasi jalan tol dilalui, harus ada infrastruktur tambahan berupa pemisahan jalan antara kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih," pungkasnya. (gambar / ddn)