Jakarta – Pada bulan Oktober, penjualan Avanza sempat mengalami peningkatan bahkan menembus 9358 unit. Jumlah penjualan Avanza meningkat tidak diikuti oleh rival, Xpander.

Penjualan Xpander sebenarnya menurun menjadi 5.408 unit menurut data distribusi partai besar (dari pabrik ke dealer) Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo). Apakah fenomena Xpander yang mengalahkan Avanza hanya sesaat?

"Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami tidak pernah membandingkan (dengan merek lain), kami tidak pernah berbicara tentang pembunuhan dan pembunuhan, kami melihatnya selalu mengatakan ini selama pasar industri otomotif Indonesia tumbuh, oke," jelas Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat ditemui di Sarinah, Jakarta. "Jadi kita lihat apakah Xpander, masuknya produsen Cina telah menyebabkan pasar tumbuh 7 persen. Jadi, jika kita dapat mempertahankan 6.000-7.000 dan kemudian 9.000, kita dapat mengatakan pelanggan kami percaya pada produk ini dan ada masih dibutuhkannya produk ini dengan segala macam kelebihannya, "lanjutnya.
Toyota sendiri secara luas dilaporkan akan menyiapkan Avanza terbaru yang akan dirilis awal Januari 2019. Namun, Soerjo belum membuka mulut mengenai MPV dari satu juta orang yang bermuka baru.

"Jika kami menyiapkan produk baru, kami akan mempersiapkannya. Saya pernah mengatakan bahwa Rush baru saja keluar, kami sudah memiliki perencanaan di masa depan. Tetapi mempersiapkannya belum tentu segera diluncurkan," jelasnya. (kering / ddn)