Jakarta –

Merek mobil Jepang mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan pada Juni 2020. Toyota dan penjualan globalnya turun 21,3% pada Juni dibandingkan tahun lalu pada saat yang sama.

Catatan buruk ini adalah serangkaian penurunan penjualan yang berkelanjutan selama 4 bulan berturut-turut dari bulan Maret hingga Juni. Seperti diketahui berbagai negara telah menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk menangani pandemi virus Corona. Ini pasti mengarah pada penurunan aktivitas sosial dan ekonomi.

Penurunan besar adalah kombinasi dari 7 merek mobil Jepang terkenal. Total penjualan Toyota dan Nissan di bulan Juni hanya 1,88 juta unit di seluruh dunia. Pada 2019 dua produsen mobil terbesar di Jepang mampu menjual 2,39 juta unit pada bulan yang sama berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Reuters.

Penurunan penjualan mobil telah mencapai 50% pada bulan April sementara Mei turun 38%. Dalam hal produksi global, merek Jepang turun 26,1% menjadi 1,65 juta unit per tahun. Pada bulan Mei produktivitas bahkan turun 62%.

Kerugian ini telah menyebabkan sejumlah perusahaan menata ulang strategi mereka agar tidak tenggelam dalam situasi krisis ini. Sejumlah merek Jepang termasuk Toyota telah menghasilkan pinjaman uang yang sangat besar. Beberapa dari mereka telah merencanakan pemutusan hubungan kerja dan mengurangi jaringannya di berbagai belahan dunia.

Efek buruk ini tentu saja juga dialami di dalam negeri. Raksasa otomotif Indonesia, Astra mengalami penurunan laba bersih sebesar 79% pada semester pertama tahun ini. Pada 2019 Astra mendapat laba bersih Rp 3,4 triliun, sedangkan pada 2020 di semester pertama hanya membukukan laba Rp 716 miliar.

Sementara itu, berdasarkan data dari Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional turun 46% menjadi 261 ribu unit pada semester pertama 2020. Penjualan mobil Astra sendiri turun 45% menjadi 139.500 unit, dengan pangsa pasar stabil sebesar 53%. Pada kuartal kedua 2020, penjualan mobil Astra turun 92%, dibandingkan dengan kuartal pertama.

Lihat video "Kehilangan US $ 6,2 Miliar, Nissan menutup pabriknya di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)