Penjualan mobil turun 3 persen sementara penjualan sepeda motor turun 5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Astra International Tbk mengalami penurunan penjualan pada kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan laporan kinerja keuangan perusahaan, penjualan mobil Astra turun tiga persen menjadi 130 ribu unit. Sementara penjualan sepeda motor Astra Astra Honda Motor (AHM) turun lima persen menjadi 1,2 juta unit.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto, mengakui bahwa kinerja perusahaan secara keseluruhan mengalami kontraksi. Salah satu faktor tersebut disebabkan oleh penyebaran Covid-19.

"Implementasi tindakan pembatasan untuk mengatasi pandemi membuat kondisi yang dihadapi semakin sulit dan memiliki dampak yang lebih besar pada kinerja Grup Astra pada bulan April," kata Prijono, Selasa (28/4).

Prijono melihat bahwa kondisi ini kemungkinan akan berlangsung selama beberapa waktu. Namun, Prijono memastikan bahwa Grup Astra memiliki posisi keuangan yang kuat sehingga memungkinkan untuk mengurangi risiko yang dihadapi dalam situasi yang menantang saat ini.

Selain pandemi, menurut Prijono, penurunan kinerja keuangan juga disebabkan oleh turunnya harga batubara dan melemahnya kepercayaan konsumen. Secara konsolidasi, laba bersih konsolidasi Grup Astra pada kuartal pertama 2020 adalah Rp 54 triliun. Prestasi ini sembilan persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan pendapatan ini diikuti oleh penurunan laba bersih terkoreksi sebesar delapan persen. Pada kuartal pertama tahun lalu, perusahaan mampu membukukan laba Rp 5,2 triliun. Padahal tahun ini, perusahaan hanya memperoleh laba bersih Rp 4,8 triliun.

Kinerja keuangan Astra yang lesu tahun ini terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Penurunan itu lebih besar daripada peningkatan kontribusi divisi agribisnis serta divisi infrastruktur dan logistik.