Jakarta –

Penjualan mobil di Indonesia merosot akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Meski perlahan mulai menunjukkan tren peningkatan, faktanya angka penjualan mobil di Indonesia belum bisa menyamai angka sebelum pandemi.

Year to date (YTD) atau Januari-Agustus 2020, penjualan mobil di Indonesia turun paling besar jika dibandingkan dengan penjualan mobil di negara lain di ASEAN. Penjualan mobil YTD Agustus 2020 di Indonesia hanya 323.507 unit. Angka itu turun 51,1% dibandingkan YTD pada Agustus 2019.

Penurunan penjualan YTD pada Agustus 2020 untuk negara lain di ASEAN tidak sebesar di Indonesia. Singapura, penurunannya 47,8% dari 64.168 unit menjadi 33.467 unit. Begitu juga dengan Filipina yang turun 47,6% dari 235.544 unit menjadi 123.489 unit.

Di Thailand, penjualan turun 33,4% dari 685.652 unit menjadi 15.903 unit. Penurunan penjualan mobil di Malaysia hanya 28,4% dan penurunan penjualan Vietnam hanya 25%.

Meski sebagian besar negara di ASEAN pernah mengalami penurunan penjualan akibat pandemi COVID-19, dua di antaranya mengalami pertumbuhan positif. Mereka adalah Brunei dan Myanmar.

Brunei dan Myanmar berhasil mempertahankan penjualan mobilnya di tengah pandemi agar tidak turun drastis. Trennya justru meningkat. Memang penjualan mobil di kedua negara tersebut tidak sebesar negara-negara lain di ASEAN, namun kedua negara tersebut berhasil mempertahankan tren positif penjualan mobil di tengah pandemi.

Brunei berhasil meningkatkan penjualan mobil YTD Agustus 2020 hingga 9,3% di tengah pandemi COVID-19. Penjualan mobil Januari-Agustus 2020 di Tanah Air mencapai 8.670 unit, naik dari 7.931 unit YTD Agustus 2019.

Sedangkan penjualan mobil di Myanmar naik 12,5%. Pada periode Januari-Agustus 2020, Myanmar berhasil menjual 14.033 unit mobil baru, naik dari 12.475 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tonton Video "Kisah Seorang Pengusaha Muda Memiliki Mobil Bekas Presiden Soeharto"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)