Jakarta –

Akhir-akhir ini, ada banyak berita tentang penyelundupan wisatawan. Yang juga dianggap parah adalah bahwa transportasi logistik seperti truk digunakan untuk menyelundupkan wisatawan. Meski sudah jelas, pemerintah melarang mudik dan hanya transportasi logistik yang lewat.

Berbagai metode dilakukan oleh para pelancong yang gegabah. Ada yang melakukan perjalanan kelam, ada juga yang rela duduk dalam muatan truk logistik.

Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, jika larangan kepulangan diberlakukan dengan tegas, maka sanksi yang memberlakukan pelanggaran harus ditegakkan.

"Karena itu, bahkan untuk truk, terutama yang menggunakan tenda, menurut saya, harus diperiksa di titik, benar untuk mengangkut barang atau tidak. Jangan sampai penyelundupan (homecomers)," kata Tyas kepada detikOto, Selasa (6/6) 5/2020).

Menurutnya, jika truk logistik atau perjalanan ilegal digunakan untuk menyelundupkan pelancong, maka sanksi harus lebih berat daripada kendaraan pribadi yang ceroboh. Sebab, itu telah dijadikan bisnis penyelundup pelancong.

"Sanksi itu adalah bahwa penumpang itu sendiri juga harus didenda. Kedua, truk dikarantina dan tidak dapat beroperasi sampai akhir masa tanggap darurat, dan dikenakan denda. Juga memikirkan pengemudi truk," kata Tyas.

Tonton Video "Mencegah Pemulangan yang Membandel, Pemeriksaan Truk di Tol Cikarang Barat Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / lth)