Masalah dengan karet penghapus dapat dilihat saat mengemudi dalam cuaca hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wiper adalah komponen kendaraan yang berperan penting saat berkendara di musim hujan. Wiper yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan masalah dengan visibilitas pengemudi, menyebabkan bahaya.

Arief Hidayat, CEO PT Welty Indah Perkasa, sebagai produsen Wealthy di Indonesia, mengatakan tidak tergoda untuk segera mengganti wiper dengan iming-iming masa penggunaan.

"Di pasaran banyak menawarkan wiper, ada yang bilang itu bisa bertahan enam bulan, bahkan ada yang mengklaim pengganti wiper satu tahun. Itu bukan hanya masalah waktu," katanya saat menjelaskan melalui konferensi video, Rabu (5/5) 20).

Hal yang paling mencolok tentang wiper itu sendiri adalah bagian karetnya. Banyak orang mengganti tanpa harus memeriksa bagian karet penghapus terlebih dahulu.

"Sebelum mengganti wiper, yang harus diperhatikan oleh calon konsumen adalah mereka harus tahu bahwa karet sudah mengeras atau sudah mulai retak sehingga mereka harus menggantinya," katanya.

Masalah dengan karet penghapus sebenarnya dapat dilihat saat mengemudi di cuaca hujan, karet penghapus akan menyebabkan bekas luka yang tidak menyenangkan mata pengemudi. "Ini adalah pentingnya wiper karet, jadi jika Anda mengganti wiper, Anda harus melihat karet terlebih dahulu, kemudian lihat hasil hujannya," jelasnya.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa wiper karet yang mengeras dapat menyebabkan masalah lain. Seperti kaca depan yang menjadi tergores akibat sapuan yang tidak rata pada permukaan kaca depan.

"Biasanya masalah lain terjadi pada kaca depan mobil yang akan tergores, ya karena sapuannya tidak rata, dan gangguan lain yang biasanya ada suara bising pada wiper itu sendiri," katanya.

Kerusakan pada karet penghapus biasanya disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu seperti yang terjadi sekarang, dengan tingkat cuaca yang tidak menentu dan dengan cepat berubah dari panas menjadi hujan atau sebaliknya.