Sidoarjo – Ujian praktek kendaraan bermotor roda dua untuk pelamar SIM (SIM) secara manual, adalah tahap yang paling sulit untuk ditangani. Ketika membuat kesalahan, pemohon akan dinilai gagal mendapatkan SIM.

Sering kali pelamar SIM merasa ragu ketika mereka gagal, apakah mereka benar-benar gagal dalam menjalankan tes latihan SIM. Melihat hal ini, Satlantas Polresta Sidoarjo berusaha membantu para pelamar dengan menggunakan terobosan baru.

Satlantas Polresta Sidoarjo menggunakan sensor ultrasonik. Di lokasi uji coba ada 29 titik sensor ultrasonik bernama Sidoarjo Smart Driving Test.

"Dengan sistem seperti ini, ujian praktik SIM terlihat transparan, bisa langsung diketahui oleh pelamar lain," kata Kompol Dhyno Indra Setyadi Kasat. Kemudian, kepada wartawan di lokasi ujian praktek Kepolisian Kota Sidoarjo, Rabu (14/11/2018).

Dhyno mengatakan, ketika pelamar melintasi garis putih yang membentuk angka delapan maka lampu rotator merah akan menyala. Selain itu juga terlihat di layar monitor di ruang ujian praktek. Ketika pelamar membuat kesalahan hingga tiga kali, pemohon dinyatakan telah gagal dalam ujian praktik.

"Namun, pemohon dapat mengulangi dari kegiatan awal, mulai dari persimpangan lurus, zig-zag, kemudian mengikuti angka delapan," tambah Dhyno.

Dhyno menjelaskan, praktik inovatif pengendara roda dua, yang baru disebut Uji Penggerak Pintar Sidoarjo yang akan diluncurkan dalam beberapa hari. Sebelumnya, Kepolisian Sidoarjo melakukan tes praktek SIM secara manual.

"Inovasi ini adalah pertama kalinya di Indonesia, dengan cara seperti ini yang dapat mempercepat ujian praktik dan secara transparan dapat langsung diketahui oleh pelamar sendiri dan pelamar lainnya," jelas Dhyno.

Ia menjelaskan, inovasi uji coba mengendarai dua roda menggunakan sensor ultrasonik ini akan bekerja secara otomatis. Jika pemohon melebihi garis batas atau membuat kesalahan rotator akan berbunyi.

"Langsung pemohon tahu berapa kali dia melakukan kesalahan. Tiga kali dia melakukan kesalahan pemohon dinyatakan tidak lulus ujian praktik, tetapi bisa mengulangi lagi," jelas Dhyno. (rgr / ddn)