Jakarta –

Nio, perusahaan mobil listrik asal China, melakukan terobosan dalam menjual produknya. Untuk menurunkan harga, kendaraan dilepas ke pasar tanpa baterai. Bisa hemat Rp 148 juta.

Menjual mobil listrik tanpa baterai dianggap sebagai terobosan di tengah maraknya mobil listrik saat ini. Apalagi aki mobil listrik memang sangat mahal, bahkan sudah menjadi komponen dengan harga tertinggi dalam rangkaian produksi kendaraan listrik.

Dikatakan, calon pembeli bisa menghemat hingga 70.000 yuan saat membeli mobil listrik tanpa baterai. Itu setara dengan Rp. 148 juta.

[Baca Juga: Harga Baterai Mobil Listrik Ratusan Juta, Begini Tipsnya Biar Awet]

Sebagai imbalan atas kurangnya baterai, Nio menawarkan konsumen untuk menyewakan baterai kepada mereka. Biaya bulanan sebesar Rp 2 juta. Harga sewa aki bervariasi tergantung dari kapasitasnya.

Dengan biaya sebesar itu, pembeli akan terbebas dari beban biaya perawatan. Dengan tambahan biaya Rp 170 ribu, pemilik kendaraan juga mendapat jaminan baterai.

Dalam keterangannya, Nio mengatakan pembeli produknya tidak perlu takut nilai jual kembali kendaraannya akan turun hanya karena kapasitas baterai yang berkurang. Nio juga mengklaim program ini diminati karena tingginya keinginan pasar China untuk menukar mobil konvensionalnya dengan mobil listrik.

"Sampai hari ini, Nio sudah memiliki 143 titik penggantian baterai yang terletak di 64 kota di China. Selain itu, kami juga telah melakukan 800.000 penggantian baterai kepada pelanggan kami," kata Nio seperti dikutip caradvice.

Tesla sebenarnya sudah menggunakan ide tukar menukar aki kendaraan listrik pada 2014. Rencana tersebut semula diambil sebagai kompensasi pengisian aki yang memakan waktu lama. Namun Tesla kemudian membatalkannya dan memilih untuk mengembangkan teknologi pengisian cepat.

Saat ini Nio memiliki tiga produk yang sudah dilepas ke pasaran, yaitu crossover ES6, ES8 yang merupakan SUV 7-seater dan yang akan segera diluncurkan adalah SUV coupe EC6. Selama ini Nio hanya melayani pasar China.

Penjualan mobil Nio di China tidak bisa dibilang buruk. Pada kuartal kedua tahun 2020 mereka telah mengirimkan 10.331 kendaraan. Itu membuat total penjualan mereka menyentuh angka 13.169 unit. Angka itu naik 190,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tonton Video "Mobil Listrik Anak Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(din / rgr)