Jakarta – MAB (Mobil Anak Bangsa), merek bus listrik milik Kepala Staf Umum Kepresidenan (Purn.) Moeldoko, mengakui bahwa banyak yang memesan. "Meskipun sudah banyak pesanan," kata Moeldoko di kantor BPPT, Jakarta, Rabu (18/5/2018).

Meski diklaim telah dipesan, bus MAB masih tetap prototipe.

"Ini hanya prototipe kedua. Ini digunakan untuk menjadi prototipe pertama uji elektronik. Untuk prototipe kedua uji chassis. Bangkai itu berasal dari New Armada. 100 persen casing dibuat oleh bangsa ini. anak-anak, "kata Bambang Tri Soepandji, Direktur Teknik MAB.

Setelah prototipe kedua selesai, MAB berencana untuk meluncurkan prototipe ketiga pada Januari 2019 nanti.

"Setelah itu (MAB) produksi massal, saya sudah siapkan semuanya dan semoga dengan terbitnya Perpres (kendaraan listrik), itu akan berjalan lancar," pungkas Moeldoko.

Sebagai informasi, MAB adalah bus listrik yang dirancang seperti bus di Eropa.

"Ini bukan hanya membuatnya. Jadi kami mencari selera orang-orang terlebih dahulu. Nah, temukan gaya Eropa. Gaya Eropa ini lebih berfungsi. Jadi desain bus lebih minimalis, dan prioritas untuk penumpang dan orang yang berdiri dengan disabilitas. Itulah mengapa kursi untuk penumpang duduk agak sempit, "jelas Bambang.

Menurut Ketua Umum Ikatan Teknik Otomotif Indonesia (IATO) Gunadi Sindhuwinata, bus listrik ini mampu melaju hingga 300 km hanya dengan interval pengisian 3 jam.

"250 dan hingga 300 km tanpa konten (lagi), perlu diisi dengan waktu yang dibutuhkan hingga penuh 3 jam, biaya 3 jam, jaraknya bisa sampai 300 km," katanya beberapa waktu lalu. (lua / lth)