Jakarta –

Evani Jesslyn membagikan di Instagram ketika dia harus dihentikan oleh petugas karena dia sedikit menurunkan topengnya saat mengemudi di mobilnya sendiri. Namun, setelah dicegat di Operasi Yustisi, Evani justru digiring ke lokasi persidangan tempat keributan itu terjadi.

Evani mengaku merasa sedikit pengap, sehingga ia menurunkan sedikit topengnya hingga hidungnya terbuka. Tetapi dia pikir itu aman karena dia sendiri tidak berada di dalam mobil.

Tapi bukan itu yang dikhawatirkan Evani. Bagaimanapun, dia tetap mematuhi aturan dan membayar denda. Masalahnya, saat Evani berada di dalam mobil, dirinya merasa aman dari terjangkit virus COVID-19. Namun, saat tertangkap Operasi Yustisi, Evani malah digiring ke kerumunan.

“Saya bingung juga, kok bisa di dalam mobil sendiri (harus pakai masker). Oh ternyata sesuai aturan. Jadi saya bicara dengan hakim di persidangan, saya tahu ada aturannya dan saya itu salah, tidak apa-apa. Tapi yang jadi masalah, dia mengantarkan saya ke kerumunan. Itu saya yang takut. Karena yang jelas COVID pasti social distancing kan? Sekarang malah ramai, "kata Evani kepada detikcom melalui telepon, Kamis (17/9/2020).

Saat itu, Evani diminta menunggu persidangan di tempat karena kesalahannya menurunkan topeng sedikit di bawah hidungnya. Namun, di tempat penantian itu, ia tampak dekat dengan pelaku lain yang juga menunggu giliran didengar.

“Diminta nunggu, pelayannya dan yang lain ketahuan sangat dekat. Saya bilang ke salah satu petugas, 'Bu saya takut lho. Di dalam mobil saya sendiri tapi disini Kayaknya aku sudah dekat, serem banget. 'Makanya aku sendirian, jauh,' kata Evani.

Selain itu, banyak juga netizen yang mengirimkan cuplikan video yang direkam oleh Evani. Menurut Evani, banyak netizen yang mengetahui bahwa beberapa petugas di sana juga salah memakai masker.

"Saya juga baru dengar setelah saya share DM itu banyak. Konon katanya petugas malah pakai masker di bawah hidung, saya baru sadar kalau ada yang DM saya. Mereka mengambil screenshot video saya. Saya tidak tahu sebelumnya," dia berkata. .

“Intinya begini, ini masukan juga untuk pemerintah. Misalnya kita yang di dalam mobil saja pakai topeng, bukan seperti saya tidak bawa topeng lho , posisinya nempel di kedua telinga, sudah ditangkap, tapi petugasnya kumpul-kumpul pakai topeng. Bahkan tidak benar kok, ”lanjut Evani.

Tonton Video "Ada 258 Kasus Baru di Jakarta Menjelang Berakhirnya PSBB Transisi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)