Jakarta –

Beberapa pilot AS mengklaim telah melihat manusia terbang dengan jetpack pada ketinggian 1.000 kaki. Terbang sudah lama menjadi impian manusia, tapi mungkinkah bisa seperti Iron Man?

Peristiwa itu terjadi awal pekan ini di langit Kota Los Angeles. Beberapa pilot yang akan mendarat di Bandara Los Angeles melaporkan melihat pria terbang dengan jetpack tidak jauh dari pesawat yang mereka kendarai.

Hal ini kemudian membuat heboh, karena saat itu pesawat sedang terbang di ketinggian 1.000 kaki atau sekitar 314 meter di atas permukaan tanah. Federasi Penerbangan Amerika Serikat, Kepolisian Los Angeles hingga FBI dikabarkan langsung turun tangan.

Tapi, apakah mungkin bagi manusia untuk terbang setinggi itu menggunakan satu mesin terbang?

Daripada menggunakan mobil, motor atau komuter, mungkinkah kelak manusia pergi ke kantor menggunakan jetpack?

Jetpack jelas bukan sekedar cerita fiksi. Ada banyak prototipe mesin terbang tunggal yang diuji dan dianggap berhasil. Meski sejauh ini jarak terbang hanya dalam hitungan puluhan hingga puluhan meter.

Proyek jetpack pertama dalam sejarah dikerjakan oleh seorang pilot Rusia bernama Aleksandr Andreyev pada tahun 1919. Sedangkan pada masa Perang Dunia II, seorang ahli roket Jerman bernama Wernher Von Braun juga melakukan penelitian pembuatan kendaraan terbang tunggal yang dikenal dengan nama 'Jet' Rompi & # 39 ;.

Jetpack telah dikembangkan sejak 100 tahun lalu. Foto: Getty Images / Mark Thompson

Amerika Serikat pun tak mau ketinggalan untuk mencoba mengembangkannya, lewat program bernama Project Grasshopper. Namun, tidak satupun dari uji coba tersebut dapat berjalan jauh karena keterbatasan dana.

Hingga akhirnya pada tahun 1960 Wendell Moore menciptakan Bell Rocket Belt. Eksperimen yang dilakukannya dianggap sukses. Rahasianya adalah dia tidak menggunakan bahan bakar roket tetapi menggunakan mesin turbo jet. Saat itu Moore dan rekannya yang bernama John K Hulbert (seorang spesialis turbin gas) menggunakan hidrogen peroksida sebagai bahan bakar.

Namun proyek yang mereka kerjakan bukannya tanpa masalah. Mereka mengalami banyak kesulitan dalam mengendalikan jetpack, yang semuanya memiliki setir di tangan.

Setelah menjalani banyak tes, jetpack tersebut justru berhasil terbang. Harold & # 39; Hal & # 39; Graham, salah satu insinyur proyek, berhasil mengujinya di luar ruangan. Jetpack mereka melayang selama 13 detik sejauh 34 meter di atas ketinggian 18 inci (hampir setengah meter). Saat diperlihatkan di depan umum untuk pertama kalinya, jetpack tersebut berhasil melayang setinggi 4,5 meter selama 15 detik dan berhasil mendarat dengan mulus.

Hingga puluhan tahun kemudian, banyak insinyur dan peneliti di dunia mencoba membuat jetpack versi mereka sendiri. Kabarnya, Google pun telah mencoba mengembangkan alat transportasi fenomenal ini. Namun, karena merasa boros bahan bakar dan menimbulkan suara yang sangat bising, proyek tersebut dihentikan.

Dikutip dari Guardian, pengembangan Jetpack paling menjanjikan adalah dari Tecnologia Aeroespacial Mexicana. Tidak hanya memproduksi, bahkan sudah menjual produknya ke pasaran. Hingga 2018, empat unit Tecaeromex Rocket Belt telah terjual.

Namun jetpack ini bukannya tanpa kontroversi. Keamanan dan keselamatan adalah masalah besar karena risiko yang terlibat dalam kendaraan ini sangat besar.

Namun, jetpack dianggap sangat tidak aman untuk penggunaan sehari-hari. Foto: Getty Images / Getty Images

“Saya berharap (jetpack) tidak pernah benar-benar populer. Tidak akan ada pengendara yang aman,” kata William Suitor, yang dianggap orang pertama yang berhasil menerbangkan jetpack tersebut.

"Kamu akan melihat orang-orang jatuh ke udara seperti Sinterklas. Aku sendiri hampir mengalami beberapa kematian, aku hampir terluka seperti keju lunak. Bisakah kamu bayangkan orang bodoh yang bisa membeli pesawat itu?" lanjut Suitor.

Tonton video "Keren! Akan Ada Balapan Jetpack Seperti Iron Man"
[Gambas:Video 20detik]
(din / riar)