Jakarta –

Beratnya lembaga pembiayaan kendaraan juga berdampak pada penjualan mobil bekas. Bahkan dikatakan bisa mendapatkan mobil bekas saat ini, konsumen harus mengeluarkan Uang Muka (DP) hingga 50 persen. Wow, itu terlalu merepotkan.

Manajer Senior Pertukaran Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih menjelaskan kepada detikOto, untuk bisa mendapatkan mobil bekas saat ini cukup sulit berkat DP yang sangat tinggi. Ini berdampak pada penjualan mobil bekas di periode New Normal sekarang.

"Kredit masih sulit. Uang muka 50 persen bukan angsuran pertama, jika angsuran pertama bisa mencapai 60 persen. Ini tidak mudah (untuk dapat memiliki mobil bekas)," kata Haerjanto.

Meski begitu, Herjanto mengakui bahwa masih ada lembaga keuangan yang menawarkan DP lebih murah, tetapi dapat dipastikan bunga akan lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga keuangan dengan DP besar.

Ilustrasi mobil bekas Foto: Lutfi Anshori

"Ada lembaga keuangan yang menawarkan DP lebih rendah, hanya bunganya yang benar-benar besar. Jadi keuangan (perusahaan pembiayaan) yang terkenal seperti BCA, bunganya rendah, tapi DPnya banyak (mahal bisa mencapai 60 persen). ACC masih 50 persen, CIM Commerce bisa turun 30 persen tapi bunganya, belum ketentuan, "kata Herjanto.

Jadi menurut Herjanto, tingginya Uang Muka (DP) adalah biang keladi mengapa penjualan mobil bekas semakin buruk.

"Inilah yang membuat mobil bekas sulit untuk menjual (menjual dengan baik), karena kebanyakan orang melakukan pembelian secara kredit, inilah yang selalu saya katakan. Tolong OJK kendorin (kebijakan DP, dll.) Biarkan mekanisme pasar leasing menentukan DP jumlah, kerumitan "OJK terlalu ketat. Menyewa juga ingin aman, jadi itu bukan kesalahan mereka, "pungkas Herjanto.

Lihat video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era Normal Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)