Jakarta –

DKI Jakarta, bersama dengan beberapa zona penyangga, telah menerapkan PSBB (Keterbatasan Sosial Skala Besar) sejak awal April. Sejauh ini Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta telah memberikan peringatan kepada lebih dari 42 ribu warga yang melanggar aturan PSBB.

"Total ada 42.529 bentuk teguran yang dikeluarkan oleh kami," kata Direktur Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta, Komisaris Senior Sambodo Purnomo Yogo dalam diskusi online dengan Institut Studi Transportasi (Instran), Kamis (7/7/2020) .

Lebih rinci, dari total 42.529 pelanggaran, 27.000 di antaranya terjadi di DKI Jakarta. Dan sekitar 14.000 lebih pelanggar di Jakarta tidak mematuhi aturan menggunakan topeng.

Sementara di zona penyangga, polisi telah menegur 15.000 warga dengan jenis pelanggaran yang sama, yang tidak mengenakan topeng.

Polda Metro Jaya telah menetapkan 33 titik pemeriksaan sejak dimulainya PSBB DKI Jakarta pada 10 April 2020. Jumlah pos pemeriksaan terus ditambahkan sesuai dengan situasi.

"Dalam pengembangan kami, kami menambahkan 34 pos pemantauan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Dengan pengembangan PSBB di zona penyangga, maka kami menambahkan 47 titik pemeriksaan di zona penyangga," jelasnya.

Seiring dengan larangan pulang dari pemerintah, Polda Metro Jaya juga membuat pos isolasi. Sebanyak 18 titik pemblokiran tersebar di jalur arteri di wilayah DKI Jakarta dan 2 titik pos besar di Tol Cikarang Barat dan Tol Bitung untuk mengantisipasi para pelancong yang pergi ke Sumatra dan Jawa.

"Jadi, ada sekitar 130 lebih atau lebih pos yang telah kami bangun untuk memutus rantai COVID-19," pungkas Sambodo.

Lihat video "Operasi Ketupat Diadakan pada 24 April, Ada 19 Titik Pusat Studi"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / riar)