Jakarta –

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai Senin (3/8/2020) kemarin untuk mulai menerapkan kembali kebijakan pembatasan kendaraan pribadi dengan sistem yang bahkan aneh. Aneh bahkan sekali lagi ditegakkan setelah dieliminasi sementara selama periode Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di tengah-tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Kebijakan genap ganjil yang mulai berlaku sejak Senin diklaim efektif. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan angka ganjil itu bahkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta.

"Penerapan pengukur (nomor genap ganjil) sangat efektif dalam hal memecah kemacetan," kata Sambodo seperti dikutip Polisi Lalu Lintas Polri.

Efektivitas penegakan genap ganjil terasa terutama di lokasi yang ramai seperti bagian Jalan Sudirman-Thamrin. Menurut Sambodo, kemacetan lalu lintas di sana bisa terurai 30-40%.

"Terutama terasa di ruas jalan Sudirman-Thamrin, bisa dikurangi 30-40 persen," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan bahwa aksi pada hari genap pertama mulai berlaku pada Senin (3/8/2020) kemarin, total 1.195 kendaraan ditegur karena dilanggar bahkan.

Untuk diketahui, kebijakan even-even sosialisasi masih berlangsung hingga 5 Agustus 2020 hari ini. Bahkan tiket pelanggar ganjil berlaku mulai 6 Agustus 2020, besok.

Jika besok pelanggar aneh sekalipun tetap lewat, sanksi tiket akan dijatuhkan. Menurut Sambodo, pasal pelanggar ganjil sekalipun adalah Pasal 287 ayat 1 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yaitu pelanggaran terkait rambu-rambu. Denda maksimum adalah Rp 500 ribu atau kurungan 2 bulan.

Lihat videonya "Kapan Aneh-Even di Jakarta Kembali Efektif?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)