Jakarta –

Masih ada perjalanan ilegal yang membawa pelancong transportasi di tengah larangan pulang. Polisi segera bertindak dan mengamankan lusinan transportasi perjalanan ilegal yang menyelundupkan pelancong.

Selama 16 hari Operasi Ketupat 2020, Polda Metro Jaya mencatat, 44 mobil travel ilegal yang akan menyelundupkan penduduk untuk pulang berhasil ditangani.

"Ada 44 perjalanan ilegal yang dilakukan oleh Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya selama 16 hari Operasi Ketupat 2020," kata Direktur Jenderal Polres Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo seperti dikutip NTMC Polri.

Namun, Sambodo tidak memberikan perincian di mana langkah-langkah perjalanan ilegal itu terjadi.

Sebelumnya, Sambodo mengungkapkan sejumlah trik yang dilakukan oleh para pelancong. Beberapa moda perjalanan, kata Sambodo, termasuk bersembunyi di kendaraan, naik ke truk, masuk ke mobil derek, dan bersembunyi di angkutan barang.

"Termasuk orang yang bersembunyi di bus. Jadi bus bersusun, para penumpang diletakkan di atas, lampu dimatikan. Petugas menemukan penumpang di atas, kursi bersandar, dan bahkan ada yang bersembunyi di toilet," kata Sambodo minggu lalu.

Sementara itu, untuk menindak perjalanan ilegal yang mengangkut pelancong, polisi telah melakukan patroli dunia maya. Patroli akan mencari orang-orang yang mengiklankan layanan untuk mengantarkan wisatawan.

Selain itu, petugas juga mengenali tanda-tanda kendaraan komersial seperti truk yang digunakan untuk mengangkut wisatawan.

"Kami sudah memiliki karakteristik truk yang mengangkut orang seperti itu." kata Sambodo.

Tonton Video "Mencegah Pemulangan yang Membandel, Pemeriksaan Truk di Tol Cikarang Barat Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)