Jakarta – Baru-baru ini ada kasus pelanggar lalu lintas yang belum menerima tiket, kemudian merusak sepeda motor mereka di hadapan petugas polisi. Pertama adalah seorang pria bernama Adi Saputra, yang merusak Scoopy Honda pacarnya ketika ia ditilang di Tangerang Selatan Februari lalu.

Dan baru-baru ini kasus serupa juga terjadi di Kalimantan Utara, di mana seorang pemuda yang ditilang merusak Honda BeAT-nya.

Menanggapi fenomena unboxing sepeda motor, Kepala Inspektorat Jenderal Kepolisian RI, Refdi Andri, kemudian menyampaikan pendapatnya.

"Ya memang (kasusnya ada), tapi itu per orang. Kalau kita lihat kasus per kasus memang ada sesuatu yang terjadi (seperti itu). Ada yang menolak, ada yang protes. Ada yang marah," kata Refdi kepada wartawan, di sela-sela 2019 Millennial Cross Touring, di East Parking, Senayan, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Refdi, kasus pelanggar kemarahan tidak selalu terjadi setiap hari. Dan yang paling penting menurutnya, banyak pelanggar lalu lintas menyadari kesalahan mereka.

"Tetapi kebanyakan dari mereka (pelanggar), memahami kesalahan mereka. Dan mereka bahkan tidak mengulangi kesalahan mereka lagi. Sekarang ini harapan kami. Itu adalah nama satu atau dua orang (pelanggar kemarahan), ya kami mengerti, dengan semua masalah mereka di sana. Tetapi pada akhirnya mereka juga mengerti mereka juga sadar bahwa itu adalah tindakannya yang salah, "pungkasnya. (lua / ddn)