Jakarta – Mobil impor bernilai milyaran seperti mobil sport di Indonesia dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu melalui pembelian melalui Agen Pemegang Merek (APM) dan Importir Umum (IU).

APM sendiri memiliki hak eksklusif untuk memasarkan produk kepada pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh prinsipal. Kemudian Importir Umum terkadang suka menjual produk APM, tetapi atas nama perusahaan itu sendiri, apakah Anda perlu berkah untuk memasarkan produk mereka?

Seperti Porsche Indonesia di bawah naungan PT Eurokars Artha Utama yang secara resmi memasarkan mobil mewah ini dari Jerman.

"Itu sebenarnya benar-benar ada di semua pasar dunia, semuanya adalah importir umum, tetapi jika itu terjadi kami tidak memiliki ketentuan kerja sama, juga tidak dapat saling menjatuhkan," Pelatih Penjualan & Pemasaran Porsche Indonesia Ricko Boen di Jakarta .

"Karena bagaimanapun situasinya seperti itu, kita hanya bisa memperbaiki sistem kita, karena pada akhirnya itu tergantung kebutuhan konsumen," kata Ricko.

Menurut Ricko persaingan saat ini lebih memberikan jaminan kenyamanan kepada konsumen. "Kami yakin bahwa jika kami memberikan layanan yang baik, penjualan yang baik, evaluasi yang baik, kami akan dipilih oleh pelanggan daripada saluran resmi, jadi kami berusaha memberikan yang terbaik untuk mendapatkan layanan resmi dari Indonesia," kata Ricko.

Bahkan tidak ragu, APM menerima layanan purna jual seperti layanan dari pembelian unit Porsche dari IU. Layanan itu, kata Ricko, adalah aturan internasional yang harus dilakukan.

"Ini juga merupakan peraturan internasional global yang memang semua Porsche Centre harus menerima mobil dari General Importers, kemarin, Oktober dan November, kami memiliki program untuk menerima mobil Porsche non-pasar di Indonesia untuk melayani di sini," jelas Ricko (riar / ddn) )